Rabu, 18 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Gadis Lompat Sungai, PKL Juga Nyebur

14 April 2019, 15: 51: 53 WIB | editor : Abdul Basri

DIBAWA PULANG: Satpam membantu memasukkan jenazah Dwi Erna Susanti ke ambulans di RSUD dr H Slamet Martodirdjo, Pamekasan, kemarin.

DIBAWA PULANG: Satpam membantu memasukkan jenazah Dwi Erna Susanti ke ambulans di RSUD dr H Slamet Martodirdjo, Pamekasan, kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Sebagai anggota taruna siaga bencana (tagana), jiwa sosial Suparto otomatis terpanggil ketika ada orang minta tolong. Begitu juga ketika dia pulang dari jualan kopi dini hari kemarin (13/4). Dia langsung nyemplung ke sungai untuk menolong sesosok perempuan yang saat itu hanya terlihat tangannya.

Aksi dramatis itu dilakukan setelah mendengar jeritan seseorang di sekitar Jembatan Gerra Manjeng di Jalan Teja, Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan. Spontan dia langsung mendatangi sumber suara yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

”Saat itu saya baru pulang dari jualan kopi. Waktu saya lewat di Jembatan Gerra Manjeng belum ada insiden apa-apa. Setelah saya lewat sekitar 100 meter dari jembatan itu terdengar jeritan minta tolong,” ujar pria 30 tahun itu di lokasi kejadian dengan pakaian masih basah.

Pedagang kali lima (PKL) di Tapsiun itu melihat seorang perempuan tenggelam di Kali Jombang. Pada saat itu, tangan gadis tersebut masih terlihat jelas. Parto langsung nyebur ke sungai untuk menyelamatkan gadis yang diketahui bernama Dwi Erna Susanti tersebut. Erna Susanti tenggelam sejak pukul 02.00.

Saat itu Parto kesulitan mencari jejak gadis berusia 20 tahun itu. Apalagi, arus sungai pada waktu itu deras. Di samping itu, tidak ada alat bantu yang bisa membuat Parto lebih leluasa menyisir sungai. ”Mungkin tidak sampai satu jam saya naik lagi ke darat. Saya tidak berani melanjutkan karena arusnya sangat kuat,” tutur anggota Tagana Pamekasan itu.

Setelah itu, dia menghubungi tim BPBD. Tak lama kemudian, datang tim BPBD Pamekasan memberikan bantuan pencarian jenazah Erna. Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan masyarakat juga ikut membantu. Hingga pukul 06.00 jenazah belum ditemukan.

Proses pencarian terus dilakukan. Tim mengikuti arus sungai. Tepatnya pukul 09.30 jenazah warga Desa Kadura Barat, Kecamatan Larangan, itu ditemukan dan diangkat ke permukaan. ”Jenazah ditemukan tidak jauh dari Jembatan Gerra Manjeng, sekitar tiga sampai lima meter ke arah utara. Tanda-tanda awal penemuan dari rambut almarhumah. Kemudian kami coba menyelam, ternyata benar,” jelas Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono.

Setelah itu, jenazah dibawa ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo, Pamekasan, untuk diotopsi. Sekitar pukul 11.40 dibawa pulang untuk disemayamkan. ”Diduga karena almarhumah cemburu melihat pacarnya boncengan dengan perempuan lain,” terang Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno.

Dia menjelaskan, sebelum peristiwa tersebut, almarhumah melihat pacarnya Abdurrahman warga Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, berboncengan dengan gadis lain. Sekitar pukul 01.30, Erna masih menemui Atika Rizkiana Maharani, 15, warga Jalan Jingga, Kelurahan Baru Rambat Kota, Kecamatan Pamekasan. Ketika berada di jembatan, Erna melompat ke sungai. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia