Jumat, 23 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Pekan Pertama Madura Menjamu Bali

13 April 2019, 15: 46: 23 WIB | editor : Abdul Basri

SEGERA BERSIAP: Winger Madura United Andik Vermansyah berusaha melewati hadangan pemain Persebaya di SGMRP Pamekasan beberapa waktu lalu.

SEGERA BERSIAP: Winger Madura United Andik Vermansyah berusaha melewati hadangan pemain Persebaya di SGMRP Pamekasan beberapa waktu lalu. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kompetisi Liga 1 2019 direncanakan mulai 8 Mei. Jadwal tersebut sudah dibagikan kepada 18 kontestan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sejak Rabu (10/4). Termasuk Madura United.

Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ulhaq membenarkan bahwa jadwal diterima bersamaan dengan U-16 dan U-19. Jadwal siaran televisi yang turut disertakan dalam draf musim ini. ”Otomatis Liga juga berimbang masalah komersial dan bisnis,” ungkapnya.

Pihaknya mengetahui jadwal tersebut bersamaan dengan awal puasa tahun ini. Setidaknya, ada empat pertandingan awal Madura United yang dijalani pada awal puasa. Yakni, menghadapi Bali United, PSIS Semarang, Barito Putera, dan Kalteng Putra.

Khusus pekan pertama, Laskar Sape Kerrap bakal menjamu Bali United pada 8 Mei 2019. Namun, Zia belum bisa memastikan pertandingan akan digelar di Pamekasan atau Bangkalan. Apalagi sekarang tim sedang diliburkan.

”Kalau main home, kami sudah pasti main di Madura, tapi di Bangkalan atau di Pamekasan itu belum kami umumkan,” imbuhnya.

Pihaknya masih akan fokus menentukan tim Madura United Academy yang sedang digencarkan. Termasuk soal launching skuad musim 2019. ”Soal itu nanti kami tunggu setelah pilpres ya. Karena berhubungan dengan pihak keamanan, jadi situasinya biar tenang dulu,” jelas Zia.

Pelatih Madura United Dejan Antonic mengungkapkan, butuh persiapan khusus bagi pemain. Terutama untuk membiasakan diri menjalani pertandingan dalam kondisi berpuasa. ”Kami tidak ingin ada kesulitan saat menjalani pertandingan pertama nanti, terutama karena sebagian pemain berpuasa,” kata Dejan.

Sejak 2016, saat masih pelaksanaan TSC dan Kompetisi Liga 1, Madura United biasa bertanding selama puasa Ramadan. Dari tiga kali Ramadan, pada 2018, Madura United menjalani lima pertandingan dan hanya berhasil mengumpulkan dua poin di kandang.

Itu jauh berbeda dengan raihan 2017 yang berhasil mendulang banyak poin. Dari 4 pertandingan Laskar Sape Kerrap mendulang 10 poin berkat 3 kemenangan dan satu kali imbang. Capaian tersebut diakui gelandang bertahan Madura United Asep Berlian.

”Waktu itu, kami dibilang lagi on fire sekali. Lihat saja, tidak pernah kalah dan untungnya lagi itu ada tiga pertandingan beruntun di kandang. Jadi, itu bakal menjadi keuntungan tersendiri bagi Madura United,” katanya.

Pesepak bola 28 tahun itu akan belajar dari pangalamannya. Harus bisa mempersiapkan diri dengan baik. Sebab, tidak mudah bertanding pada bulan Ramadan. Perlu menjaga kondisi dengan lebih maksimal lagi dibanding bulan-bulan lain.

(mr/dam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia