Jumat, 19 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Tahun Lebih Diburu Polisi, Warga Bangkalan Diciduk di Pontianak

Diduga Melakukan Penipuan dan Penggelapan

13 April 2019, 09: 34: 58 WIB | editor : Haryanto

MEMELAS: Subairi saat diamankan polisi.

MEMELAS: Subairi saat diamankan polisi. (Humas Polres Bangkalan for Radar Madura.id)

BANGKALAN - Subairi, Kampung Barat Tambak RT 001 RW 006 Kelurahan Pejagan ditangkap polisi. Sebab, dia kabur ke Pontianak usai membeli sejumlah bahan material seharga Rp 164 juta. Subairi diamankan Satreskrim Polres Bangkalan di Pontianak, Rabu lalu (10/4).

Ceritanya, Subairi (51) membeli sejumlah bahan material senilai 164 juta ke PT Baja Mas Abadi yang didirekturi Andreas Pitono (55). Setelah barang pesanannya dikirim, Subairi berjanji akan membayar dalam jangka waktu satu bulan kepada sales perusahaan material tersebut.

Saat ditagih, Subairi menyodorkan selembar cek salah satu bank swasta. Saat sales akan mencairkan cek tersebut, ternyata tidak dapat dicairkan. Dengan demikian, janji Subairi membayar semua bahan material yang dibelinya pada Oktober 2016 dusta belaka.

Anehnya, Subairi dan keluarga malah pindah ke Pontianak. Dari hasil penelusuran, petugas berhasil menemukan alamat sekolah anak tersangka. Kemudian, petugas mengembangkan dan berhasil melacak rumah tersangka.

Pada Selasa lalu (9/4), polisi melakukan pengintaian. Namun, usaha itu belum membuahkan hasil. Keesokan harinya atau Rabu (10/4), polisi berhasil meringkus tersangka di rumahnya yang terletak di Jalan Apel Gang V, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini, kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut masih dikembangkan. "Tersangka sudah diterbangkan dan berada di Bangkalan," ujarnya. (Julian Isna)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia