Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Hadari Tepis Tuduhan, HS Tak Mau Damai

12 April 2019, 14: 08: 20 WIB | editor : Abdul Basri

NGAKU DIFITNAH: Anggota DPRD Pamekasan Muhammad Hadari didampingi penasihat hukumnya Sulaisi memberikan keterangan pers kemarin.

NGAKU DIFITNAH: Anggota DPRD Pamekasan Muhammad Hadari didampingi penasihat hukumnya Sulaisi memberikan keterangan pers kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Perseteruan antara anggota DPRD Pamekasan Muhammad Hadari dengan istri sirinya berinisial HS kian memanas. Politikus Nasdem itu mengaku pernyataan perempuan berhijab itu tidak benar.

Sementara HS bersikukuh memproses dugaan penganiayaan yang menimpanya secara hukum. Bahkan, dara kelahiran Sumenep itu memastikan tidak akan menempuh penyelesaian secara kekeluargaan.

Sulaisi, kuasa hukum Hadari mengatakan, pernyataan HS yang disampaikan ke sejumlah media massa bohong. Misalnya, pernyataan terkait pertemuan dua insan yang pernah dimabuk asmara tersebut.

Menurut Sulaisi, Hadari dan HS bukan bertemu di Pamekasan. Tetapi, mereka bertemu di Sidoarjo. Waktu itu, HS bekerja di bank swasta. Kemudian, tidak benar jika Hadari dituduh tidak mengakui HS sebagai istri keduanya.

Politikus Nasdem itu mengakui bahwa HS istri sirinya. Bahkan, hubungan mereka mendapat restu dari istri sah Hadari. Terbukti, HS kerap bermain ke rumah calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) V tersebut.

Pernyataan bohong lainnya, kata Sulaisi, HS mengaku dianiaya oleh Hadari karena cemburu. ”Justru klien kami yang dipukul menggunakan sapu, bahkan dadanya dicolok (sundut) rokok yang menyala,” bebernya.

Bekas sundutan rokok tersebut masih ada. Bahkan, tangan Hadari sempat ditusuk menggunakan kunci motor hingga luka dan dijahit di Puskesmas Pademawu. HS cemburu lantaran melihat ada tanda merah di leher Hadari.

Jika ada luka lecet di tangan HS, menurut Sulaisi itu dapat dimaklumi. Sebab, kliennya menahan agar pukulan tidak kembali terjadi. ”Klien kami memegang tangan HS agar tidak menyerang,” ujarnya.

Pernyataan bohong itu dinilai menyerang integritas dan kehormatan Hadari menjelang pilihan legisatif (Pileg) 2019. Kasus yang menimpa kliennya mengandung unsur politik. Apalagi, Hadari tengah mencalonkan kembali sebagai anggota DPRD Pamekasan.

Indikasi lainnya, lanjut Sulaisi, suatu ketika Hadari bersantai dengan HS di rumah kos. Tiba-tiba di depan kos ada dua pria yang salah satunya diketahui calon anggota DPR RI dapil Madura bernisial MM. Melihat dua orang itu, HS mengajak menghindar.

Hadari mengiyakan keinginan istri sirinya. Sesampainya di tempat yang dinilai aman, lalu Hadari bertanya alasan HS mengajak menghindar dari dua pria yang ada di depan kos tadi.

Pengakuannya mengejutkan. HS mengaku bertunangan dengan anggota DPR RI berinisial ANQ. Pria tersebut juga menjabat ketua DPW salah satu partai di Jawa Barat. ”HS menyatakan sedang bertunangan dengan ANQ, padahal statusnya masih istri klien kami,” sambung Sulaisi.

Kenapa HS takut melihat MM? kata Sulaisi, karena calon anggota DPR RI dari salah satu partai besar itu yang mengenalkan HS kepada ANQ. ”Termasuk yang memperkenalkan HS kepada klien saya ini adalah MM,” ungkap Sulaisi.

Kebohongan lain yang disampaikan HS terkait somasi. Sulaisi menegaskan bahwa kleinnya tidak pernah menerima surat somasi. Hanya, beberapa waktu lalu ada pesan melalui WhatsApp dari seseorang yang mengaku pengacara HS.

Pesan itu bukan somasi. ”Yang ada, chating seolah-olah ada keinginan untuk mengambil keuntungan,” bebernya lagi.

Hadari bakal memberikan klarifikasi kepada polisi terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkan HS. Tetapi, jika bisa diselesaikan secara kekeluargaan, akan ditempuh. ”Kalau masih memungkinkan, tentu (diselesaikan secara kekeluargaan),” tegasnya.

Secara terpisah, Muslim selaku kuasa hukum HS menyatakan, kasus hukum tersebut itu akan dilanjutkan. Untuk sementara, tidak ada niatan menempuh jalur penyelesaian secara kekeluargaan.

Bahkan, HS berencana hari ini (12/4) mendatangi Mapolres Pamekasan untuk menyempurnakan berkas laporan. Kemudian, melaporkan Hadari atas dugaan pemalsuan akun. ”Saya rapatkan dengan tim yang lain,” katanya singkat. 

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia