Rabu, 18 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Features

Putra-Putri Madura Harumkan Indonesia melalui Olimpiade Matematika

Raih Medali Emas meski Tak Ikut Tes Pralomba

12 April 2019, 13: 55: 58 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBANGGAKAN: Fernando Almer Renjiro (tengah) didampingi ayahnya Sjarif Andy Nurpatria (kiri) dan Kepala SDN Kemayoran 1 Bangkalan Nurhayati Eka, Rabu (10/4).

MEMBANGGAKAN: Fernando Almer Renjiro (tengah) didampingi ayahnya Sjarif Andy Nurpatria (kiri) dan Kepala SDN Kemayoran 1 Bangkalan Nurhayati Eka, Rabu (10/4). (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

Fernando Almer Renjiro telah membuktikan prestasinya. Siswa SDN Kemayoran 1 ini meraih medali emas di ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) di HeadStart International School, Phuket. Berikut ceritanya.

JUPRI, Bangkalan

”SAYA yakin dan percaya diri”. Kata-kata itu dilontarkan Fernando Almer Renjiro, siswa yang sukses membawa pulang medali emas dari Thailand. Dia antusias menceritakan pengalaman berharganya kepada Jawa Pos Radar Madura.

GENERASI EMAS: Fernando Almer Renjiro membentangkan bendera Merah Putih di Thailand, Minggu (7/4).

GENERASI EMAS: Fernando Almer Renjiro membentangkan bendera Merah Putih di Thailand, Minggu (7/4). (IST FOR RadarMadura.id)

Saat itu, Rabu (10/4) pukul 08.10, kami dan Fernando ditemani Kepala SDN Kemayoran 1 Nurhayati Eka. Di ruang kerja kepala sekolah itu, Sjarif Andy Nurpatria, ayah Fernando, juga duduk bersama kami.

Fernando menjadi satu-satunya siswa SD di Bangkalan yang bisa ikut ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) di HeadStart International School, Phuket, Sabtu (6/4). Bahkan, dia berhasil mendapat medali emas.

Dia mengaku optimistis bisa mendapatkan prestasi di TIMO. Dia tidak merasa terbebani walaupun bersaing dengan delegasi 21 negara lainnya.

Sebelum berangkat ke Thailand dia punya pesiapan khusus. Mulai dari mendapat bimbingan khusus dari pihak sekolah. Juga, menjalani kursus di Rumah Bobo, Surabaya.

Lomba yang dilaksanakan TIMO bukan yang pertama. Fernando menjadi penerima emas dari TIMO pada tahap seleksi tingkat Rayon Bangkalan pada November 2018 lalu. Dia pun bisa melenggang ke Negeri Gajah Putih itu.

Di TIMO, soal yang harus diselesaikan yakni 30 soal uraian dengan jatah waktu 120 menit. Dia bisa menjawab semua soal itu.

Selama di Thailand, Fernando mendapat banyak dukungan dari teman sekelas dan gurunya. Dia sangat bersyukur bisa memberikan yang terbaik dengan membawa pulang medali emas dari Thailand.

Panitia penyelenggara di HeadStart International School, Phuket, memberikan tes pralomba kepada semua peserta. Berupa kisi-kisi materi yang akan diperlombakan. Sayangnya Fernando waktu itu tidak bisa iku tes pralomba karena terlambat datang.

”Jam 8 malam kami sampai di Phuket. Sementara tesnya itu jam 6 sore,” ungkap Sjarif, orang tua Fernando.

Menurut Sjarif, keterlambatan itu karena ada perubahan rundown dari panitia lomba. Sementara pihaknya bergantung pada jadwal pemberangkatan pesawat yang sudah dipesan sebelumnya. ”Terlambatnya karena jadwal tiket pesawatnya,” tuturnya lantas tersenyum.

Meski putranya tidak mengikuti tes pralomba, tapi saat itu, Syarif tetap optimistis Fernando bisa memberikan yang terbaik. Apalagi putranya tidak terbebani walaupun tidak tahu kisi-kisi materi yang akan diperlombakan. Keyakinan itu terwujud, Fernando meraih medali emas.

Sementara itu, Kepala SDN Kemayoran 1 Nurhayati Eka mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih siswanya. Dia berharap capaian tersebut bisa menjadi motivasi bagi semua siswa se-Kabupaten Bangkalan. Khususnya, bagi peserta didiknya.

”Kami berharap ada Fernando-Fernando yang lain,” kata istri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan Bambang Budi Mustika itu.

Eka juga berharap semua wali siswa mendorong putra-putrinya untuk terus rajin belajar. Sebab, kecerdasan siswa tidak hanya ditentukan lembaga pendidikan. ”Peran keluarga dan kemauan keluarga juga harus ada,” tutur Eka.

Untuk diketahui, biaya untuk mengikuti ajang TIMO ditanggung peserta seluruhnya. Tidak ada yang disiapkan oleh penyelenggara seperti yang tertulis dalam berita berjudul ”Ula Merasa Lebih Asin, Tegar Terkesan Bunyi Klakson” edisi Rabu (10/4). Sementara Tegar mendapat medali perak di tingkat Rayon Bangkalan. Bukan medali perunggu seperti yang tertulis dalam berita tersebut.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia