Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Hari Ini Bawaslu Panggil Kapolsekta

11 April 2019, 06: 55: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SIAP BERTANGGUNG JAWAB: Anggota tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 02 Pamekasan Khairul Kalam memberikan keterangan usai memberikan klarifikasi terkait laporannya kemarin.

SIAP BERTANGGUNG JAWAB: Anggota tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 02 Pamekasan Khairul Kalam memberikan keterangan usai memberikan klarifikasi terkait laporannya kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran pemilu oleh Kapolsek Kota (Kapolsekta) Pamekasan AKP Puryanto. Bawaslu sudah mengklarifikasi pihak pelapor bersama saksi kemarin (10/4).

Hari ini (11/4) gilirian Kapolsekta Pamekasan AKP Puryanto yang akan diperiksa. Kepastian itu disampaikan Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi.

”Bawaslu memanggil pelapor dan alhamdulillah memenuhi panggilan. Kami sudah mendengar keterangan dari pelapor dan seorang saksi terkait dugaan pelanggaran pemilu,” kata Abdullah Saidi.

Kendati demikian, Bawaslu belum bisa menentukan apakah pernyataan Kapolsekta Pamekasan dalm video yang viral itu mengandung unsur pelanggaran pemilu atau tidak. Pihaknya masih membutuhkan keterangan lain.

Bawaslu juga sudah mengagendakan pemanggilan terlapor untuk meminta klarifikasi. ”Rencana pemanggilan Kapolsekta besok (hari ini, Red). Tunggu saja, apakah nanti pelanggaran administrasi, pidana, atau pelanggaran lainnya,” ungkap dia.

Anggota tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 02 Kabupaten Pamekasan Khairul Kalam membeberkan, pihaknya dicecar sembilan pertanyaan saat klarifikasi Bawaslu kemarin. Mulai dari mana mendapatkan video hingga latar belakang pelaporan.

Menurut dia, pernyataan Kapolsekta telah meresahkan masyarakat karena bermuatan fitnah yang mengarahkan dukungan pada salah satu paslon capres-cawapres. ”Itu yang menjadi pertimbangan kami melakukan laporan,” terangnya.

Khairul menyiapkan empat saksi yang siap memberikan keterangan berkaitan dengan laporan tersebut. Antara lain, warga yang merekam video, penerima video, serta tokoh dari ormas Islam. Saksi-saksi tersebut akan memberikan keterangan sesuai fakta.

Namun pada saat diminta klarifikasi, hanya membawa seorang saksi. Dia beralasan, tidak ada ketentuan dari Bawaslu terkait jumlah saksi yang akan dimintai keterangan. Jika Bawaslu meminta mendatangkan semua saksi, Khairul mengaku siap.

”Dalam surat panggilan juga tidak disebutkan apakah saksi harus didatangkan semua atau tidak,” katanya. ”Yang jelas kami meminta Bawaslu agar memproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak memperlambat proses pemeriksaan,” pintanya. (bil)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia