Selasa, 16 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Madura Events

Bazar Takjil Selaras dengan Visi-Misi Pemerintah

09 April 2019, 13: 21: 50 WIB | editor : Abdul Basri

SAMAKAN PERSEPSI: Dari kiri, Kabag Perekonomian Joko Supriyono, Kabag Kesra Eko Setiawan, Sekkab Bangkalan Setijabudhi, Kepala Event JPRM Moh. Sugianto, dan stafnya Berta Sofyan LD berkoordinasi persiapan Bazar Takjil 2019 kemarin.

SAMAKAN PERSEPSI: Dari kiri, Kabag Perekonomian Joko Supriyono, Kabag Kesra Eko Setiawan, Sekkab Bangkalan Setijabudhi, Kepala Event JPRM Moh. Sugianto, dan stafnya Berta Sofyan LD berkoordinasi persiapan Bazar Takjil 2019 kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pengembangan ekonomi kerakyatan mendapat perhatian serius Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Perusahaan media terbesar di Madura ini mulai mempersiapkan agenda tahunan bazar takjil tiap Ramadan.

Kepala Event JPRM Moh. Sugianto menyampaikan, bazar takjil hampir satu dekade rutin dilakukan JPRM setiap bulan Ramadan. Kegiatan tersebut juga digelar di Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. ”Ini sudah yang kesembilan. Rutin dilakukan setiap tahun,” tuturnya.

Pria asal Kecamatan Blega itu mengutarakan, untuk Bangkalan tahun lalu ada 150 tenda untuk pedagang. Tahun ini belum bisa memastikan jumlah stan. Rabu (10/4) akan melakukan rapat koordinasi lanjutan dengan pemkab. ”Kami ingin lebih banyak, tetapi tergantung tenda,” kata Sugi.

Rencana penambahan stan bertujuan menampung antusiame pedagang. Dari tahun ke tahun minat pedagang untuk mendapat kesempatan berjualan cukup tinggi.Dia memprediksi, hal serupa juga akan terjadi tahun ini.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemkab Bangkalan. Dukungan disampaikan Sekkab Bangkalan Setijabudhi kepada Kepala Event JPRM Moh. Sugianto dan stafnya Berta Sofyan LD kemarin (8/4). Sebab, pemerintah juga berkomitmen memanfaatkan kegiatan itu.

Masyarakat bisa memasarkan produk rumahannya diperbanyak dibandingkan tahun lalu. ”Kalau tahun lalu hanya di bagian timur, pemkab juga akan membuka di bagian utara,” terangnya.

Pendaftaran pedagang akan dilakukan H-10 Ramadan. Pendaftar diharuskan membawa identitas seperti kartu keluarga (KK) dan KTP. ”Dalam satu keluarga hanya boleh 1 orang berjualan agar semua bisa tertampung,” imbuhnya.

Sekkab Bangkalan Setijabudhi mengapresiasi langkah JPRM karena dinilai dapat meningkatkan produk rumahan. Hal itu sejalan dengan visi-misi Bupati Bangkalan. ”Kami juga antusias karena dapat menghidupkan ekonomi rakyat menengah,” katanya.

Pihaknya akan melibatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD). Terutama instansi yang berkaitan langsung dengan peningkatan produk lokal. Dia memastikan, stan yang akan dibuka akan tambah banyak tahun lalu. ”Sudah baik, kita pertahankan. Yang kurang, kita benahi agar sempurna,” pungkasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia