Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kesempatan Idris Berakhir Besok

08 April 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

HISTERIS: Istri almarhum Subaidi, korban penembakan terdakwa Idris tak kuasa menahan tangis setelah mengikuti sidang putusan, Selasa (2/4).

HISTERIS: Istri almarhum Subaidi, korban penembakan terdakwa Idris tak kuasa menahan tangis setelah mengikuti sidang putusan, Selasa (2/4). (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Masa pikir-pikir Idris, terdakwa kasus pembunuhan berencana yang divonis seumur hidup berakhir besok (9/4). Namun, dia belum menerima atau akan mengajukan banding atas keputusan majelis hakim pada sidang Selasa (2/4).

Arman Saputra selaku penasihat hukum (PH) Idris mengatakan, pihaknya sejak awal sudah berkoordinasi dengan terdakwa bahwa keputusan majelis hakim bisa dipikir-pikir selama tujuh hari setelah diputuskan. Namun, sampai saat ini pihaknya tak kunjung mendapat keputusan dari terdakwa.

Jika terdakwa nanti mengambil sikap banding, pihaknya tentu akan menyampaikan melalui surat kepada majelis hakim. Saat ini pihaknya mengaku tidak bisa memutuskan karena hanya sebagai penasihat hukum. Namun, jika terdakwa memutuskan untuk menerima, akan disampaikan juga.

”Belum ada keputusan dari terdakwa. Rencana besok (hari ini) saya akan berkoordinasi lagi dengan terdakwa. Baru nanti Selasa akan disampaikan,” ungkapnya. ”Apa pun keputusan dari terdakwa akan kami sampaikan kepada pengadilan nanti,” pungkasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Anton Zulkarnaen menegaskan juga menunggu keputusan terdakwa yang akan disampaikan melalui pengacaranya. Jika mengajukan banding, jaksa juga akan mengirimkan surat jawaban atas upaya tersebut. ”Kami juga siap jika terdakwa banding atas putusan hakim,” terangnya.

Baginya, putusan seumur hidup dari majelis hakim sudah sesuai dengan tuntutan. Menurut dia, tuntutan dan vonis tersebut sudah sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa. Yaitu, melakukan pembunuhan berencana dan tanpa hak menguasai dan memiliki senjata api (senpi).

Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa vonis tersebut merupakan sejarah di Sampang. ”Vonis sesuai dengan tuntutan, utamanya tuntutan dan vonis seumur hidup. Baru pertama PN Sampang memvonis terdakwa seumur hidup selama sepuluh tahun terakhir ini,” pungkasnya.

Sidang putusan digelar di PN Sampang, Selasa (2/4). Sidang dipimpin Ketua PN Sampang Budi Setyawan sebagai hakim ketua, hakim anggota I Gede Perwata dan Afrizal, serta panitera Yuli Karyanto. Ayah, istri, dan anak korban juga hadir dalam sidang tersebut. ”Alhamdulillah, majelis hakim memilih untuk memutus perkara ini sesuai dengan tuntutan jaksa, yaitu seumur hidup,” kata Jubir Ikaba Salim Segav.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia