Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Caleg Demokrat Keroyok Panwascam

06 April 2019, 15: 46: 55 WIB | editor : Abdul Basri

Caleg Demokrat Keroyok Panwascam

Share this      

Sementara itu, aksi premanisme terhadap penyelenggara pemilu terjadi Pamekasan. Seorang caleg Partai Demokrat bersama teman-temannya diduga mengeroyok anggota Panwascam Waru Muhammad Tohir. Peristiwa itu terjadi karena tidak terima alat peraga kampanye (APK) diturunkan.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Kamis (4/4) sekitar pukul 23.10 di sekitar RSUD Waru. Sebelum kejadian, Panwascam Waru menurunkan APK melanggar. Salah satunya lantaran dipasang di tiang listrik. ”Sesuai aturan, tidak boleh APK dipasang di tiang listrik,” katanya kemarin (5/4).

Selang beberapa menit, salah satu caleg menghubungi Tohir untuk ditemui di lokasi APK yang diturunkan. Ketika bertemu, tanpa basa-basi calon wakil rakyat itu bentak-bentak dan teman-temannya mengeroyok. Mendengar itu, Saidi menuju lokasi. Aksi pengeroyokan itu dilaporkan ke Polsek Waru.

”Tindak lanjut bagaimananya, kami rapatkan dulu di internal,” katanya. Menurut Saidi, jika masyarakat ada yang tidak puas dengan tindakan penyelenggara pemilu, bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Bukan main hakim sendiri.

Caleg yang dimaksud Bawaslu itu Samhari. Dia merupakan caleg Demokrat dapil 3 yang meliputi Kecamatan Pasean, Waru, dan Batumarmar. Samhari mengakui sempat cekcok dengan anggota panwascam karena APK miliknya diturunkan dan disobek. Padahal, baliho itu dipastikan tidak melanggar aturan.

Menurut dia, tidak ada aturan yang melarang APK dipasang di tiang listrik maupun tiang telepon. Perusakan baliho kampanye itu akan dilaporkan ke kepolisian. Sebab, pada UU 7/2018 tentang Pemilu jelas dilarang melakukan perusakan APK. Samhari menunjuk penasihat hukum dari Posbakumadin dan pendamping hukum dari Partai Demokrat.

Samhari membantah terkait pengeroyokan. Pada saat terjadi cekcok, dia hanya menarik kerah baju Tohir dan meminta agar APK itu dipasang kembali. Setelah dipasang ulang, Samhari bersalaman dengan seluruh anggota panwascam, lalu pulang.

Pria berkacamata itu mencium gelagat tidak beres pada razia APK yang dilakukan Panwascam Waru. Tidak ada personel satpol PP dan polisi malam itu. Penurunan baliho kampanye itu hanya dilakukan internal panwascam. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia