Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Cetak Gol Sebanyak Mungkin

06 April 2019, 15: 42: 29 WIB | editor : Abdul Basri

PROFESIONAL: Winger Madura United Andik Vermansyah melepas umpan dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bangkalan beberapa waktu lalu.

PROFESIONAL: Winger Madura United Andik Vermansyah melepas umpan dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bangkalan beberapa waktu lalu.

Share this      

PAMEKASAN – Perhitungan agregat gol di babak semifinal Piala Presiden 2019 menjadi penentu lolos tidaknya sebuah tim. Madura United harus mampu memaksimalkan agregat gol di leg kedua di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan malam ini.

Laskar Sape Kerrap tak hanya perlu mencetak 2 gol. Jika bisa sebanyak-banyaknya. Sebab, kedua tim tetap sama-sama memiliki peluang. Terutama Persebaya Surabaya. Mereka memiliki keunggulan 1 gol lebih banyak. Mereka juga memiliki peluang untuk bisa mencetak gol lagi di kandang Madura United.

Jika Madura United mencetak lebih dari 2 gol, peluang lolos justru akan terbuka lebar bagi tim yang bermarkas di Pamekasan tersebut. Rasa optimistis tersebut diungkapkan pelatih Madura United Dejan Antonic. Dia tak ingin putus harapan hanya sampai di Semifinal.

”Kami tahu ini bukan pertandingan yang mudah bagi para pemain di tim ini. Tapi, saya berharap dukungan besar di pertandingan leg kedua,” jelas Dejan kemarin (5/4).

Seluruh pemain sedang disiapkan. Tak ada pemain yang cedera. Namun, Madura United harus kehilangan Asep Berlian karena tak boleh tampil. Dia harus menjalani hukuman akumulasi kartu merah. Sebagai gantinya, pelatih belum bisa menentukan siapa yang akan diturunkan malam ini. ”Kami harus menentukan siapa pemain yang siap turun,” jelas pelatih asal Serbia tersebut.

Melihat stok gelandang yang ada, ada tiga yang bisa menggantikan Asep di jantung permainan Madura United. Mereka adalah Dane Milovanovic, Slamet Nurcahyo, dan Guntur Ariyadi.

Berkaca pada pertandingan sebelumnya, peran Asep menjadi penyeimbang. Dia juga bertugas menjadi pemutus awal serangan tim Bajol Ijo sebelum masuk sektor pertahanan tim.

Guntur Ariyadi sangat cocok dengan kebutuhan gelandang jangkar Madura United. Kesigapan dalam membaca bahaya yang datang bisa digunakan dalam laga kedua ini. Namun, risiko terkena kartu kuning atau merah sangat berpeluang jika Guntur bermain.

Pemain asal Banyuwangi itu kerap melakukan tekel ataupun kontak fisik yang cukup keras terhadap lawan. Namun jika Slamet yang diturunkan, sektor tengah dipastikan lebih hidup. Gaya mainnya sangat cocok dengan Zah Rahan Krangar yang bermain lebih ke depan, Slamet bisa menjadi kreator maupun pengumpan.

Dia juga memiliki insting dalam mencetak gol. Sementara Dane masih minim menit bermain meskipun ia memiliki keunggulan dalam hal akurasi umpan. Sementara itu, antusiasme masyarakat terhadap pertandingan leg kedua ini sangat besar. Penjualan tiket di stadion tidak bisa dilakukan sejak kemarin karena sudah habis.

(mr/dam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia