Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Polres Periksa Kapolsekta Pamekasan

Kapolres Sebut Video Tidak Utuh

06 April 2019, 15: 17: 19 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAS: Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo memberikan penjelasan terkait video Kapolsek Pamekasan Kota AKP Puryanto yang dilaporkan ke Bawaslu.

TEGAS: Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo memberikan penjelasan terkait video Kapolsek Pamekasan Kota AKP Puryanto yang dilaporkan ke Bawaslu. (RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Polres Pamekasan berusaha keras untuk menjaga netralitasnya dalam pemilihan umum (pemilu). Laporan tim pemenangan Prabowo-Sandi ke Bawaslu menjadi perhatian serius karena terkait anggota Polri. Bahkan, Kapolsek Pamekasan Kota AKP Puryanto sudah diperiksa di internal polres.

RadarMadura.id kembali menyambangi mapolsek di Jalan Teja itu kemarin (5/4). Namun, yang bersangkutan tidak ada di kantor. JPRM hanya bertemu anggotanya, M. Hisyam. ”Mungkin ada rapat di mapolres,” katanya.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo memberikan pernyataan atas beredarnya video yang menyeret bawahannya hingga dilaporkan ke Bawaslu itu. Dia menegaskan, proses hukum tetap berlanjut. Secara internal pihaknya sudah meminta keterangan Puryanto.

Secara internal Kapolsek Kota sudah diperiksa sesuai tahapan. Pemeriksaan dilakukan pengamanan internal (paminal) polres dan provos polres serta Peminal Polda Jatim. Teguh menegaskan, video yang beredar di tengah masyarakat terpenggal. Video yang dinilai berpotensi memecah belah umat itu viral dan tersebar tidak utuh. Video tersebut hanya berdurasi 2.12 menit.

”Karena mungkin situasinya tidak tepat. Situasinya saat ini kan politik sehingga penyampaiannya tidak tepat. Ditambah video tersebut tidak utuh sehingga dimaknai berbeda,” tegasnya.

Dia menyampaikan, pada kegiatan tersebut Kapolsek memberikan sosialisasi terkait bahaya HTI dan khilafah. Semangat Kapolsek yang baru menjabat sekitar tiga bulan itu untuk menyosialisasikan bahaya khilafah dan HTI kepada masyarakat cukup tinggi.

Menurut Teguh, dalam video tersebut tidak ada pernyataan yang bersifat ajakan untuk memilih salah satu capres atau cawapres tertentu. Karena itu, pihaknya meyayangkan hal itu bisa berlanjut pada proses hukum. ”Lokasi di kantor desa di Kecamatan Pamekasan. Situasinya seperti itu,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya berharap pemilu tetap berjalan dengan baik. Koprs baju cokelat mengajak masyarakat tidak semakin memperkeruh keadaan. ”Dalam berbagai kesempatan sudah sering disampaikan agar menciptakan suasana yang kondusif sehingga tetap aman dan damai. Proses pemilu bisa berjalan aman dan tertib,” harapnya.

Informasi yang dihimpun JPRM, kegiatan Kapolsek Kota Pamekasan AKP Puryanto digelar di Kelurahan Kanginan akhir Maret. Dari video yang beredar, kegiatan tersebut tampak dihadiri Lurah Sunarto. Hal itu dibenarkan Kasi Pembangunan Kelurahan Kanginan Salamun.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan termasuk agenda kelurahan. Kegiatan itu digelar atas permintaan polsek yang digelar di setiap keluarahan. ”Kegiatannya tidak resmi. Tidak ada surat resmi dari polsek untuk mengadakan kegiatan itu. Pemberitahuannya langsung ke kelurahan untuk mengadakan deklarasi damai pemilu,” terangnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 warga. Terdiri atas KPPS dan PPS. Tidak ada peserta dari luar Kanginan. Beberapa staf kelurahan juga berpartisipasi dalam acara itu.

Lurah Kanginan Sunarto menambahkan, setelah beredarnya video tersebut ada anggota Polda Jawa Timur mendatangi kelurahan. Pihaknya dimintai klarifikasi terkait kegiatan itu. ”Kami terkejut dikira ada masalah apa. Akhirnya, kami jelaskan semua mulai dari proses awal kegiatan tersebut digelar hingga selesai,” terangnya.

Sebelumnya, Puryanto dilaporkan ke Bawaslu Pamekasan Kamis (4/4). Sebab, pernyataan dalam sebuah video dianggap mengandung fitnah. Selain itu, dianggap merugikan kubu capres-cawapres nomor urut 02. Laporan disampaikan rombongan yang mengatasnamakan tim pemenangan Prabowo-Sandi.

(mr/luq/pen/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia