Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment
Balikkan Keadaan di Leg Kedua

Madura United Kehilangan Asep Berlian

04 April 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

GELANDANG BERTAHAN: Asep Berlian terkena hukuman larangan bermain usai terkena kartu kuning kedua di pertandingan kemarin.

GELANDANG BERTAHAN: Asep Berlian terkena hukuman larangan bermain usai terkena kartu kuning kedua di pertandingan kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

SURABAYA – Madura United wajib mencetak minimal 2 gol ke gawang Persebaya Surabaya. Target tersebut harus terpenuhi pada pertandingan leg kedua Piala Presiden di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (6/4).

Pasalnya, Laskar Sape Kerrap tertinggal agregat 1 gol dari Bajol Ijo. Dengan catatan, tidak kebobolan. Tetapi, meski kebobolan pun, asal unggul 2 gol, Madura United tetap berhasil lolos dengan kemenangan agregat 2 gol.

Tuntutan unggul dua gol itu harus terpenuhi karena mengalami kekalahan pada leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya kemarin (3/4). Namun, hal ini tentu bukan tugas mudah. Sebab, Madura United bakal kehilangan gelandang bertahan mereka, Asep Berlian. Dia terkena hukuman larangan bermain usai terkena kartu kuning kedua di pertandingan kemarin.

Tak mudah bermain di hadapan pendukung Persebaya Surabaya. Terlebih, Madura United terlihat bermain kurang lepas di awal babak pertama. Terbukti dengan minimnya peluang di babak pertama.

Dua peluang emas yang diperoleh Madura United di babak pertama, yaitu melalui Alberto Goncalves dan Aleksandar Rakic. Namun, jelang memasuki menit ke-30, permainan Laskar Sape Kerrap mulai menekan pertahanan Persebaya.

Tim tuan rumah juga bermain cukup berhati-hati. Mereka tak ingin melepaskan poin begitu saja di kandang sendiri. Alhasil, hingga babak pertama usai, tak ada gol yang tercipta dari kedua tim.

Namun di babak kedua, tuan rumah mulai mengambil inisiatif untuk menekan balik. Usaha Persebaya membuahkan hasil. Penyerang asing mereka, Manuchehr Jalilov mampu mencetak gol di menit ke-65 ke gawang Madura United yang sejak awal sangat disiplin dalam pertahanan.

Penyerang timnas Tajikistan itu tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Madura United. Dengan leluasa menceploskan bola dengan kepalanya. Skor 1-0 tersebut sekaligus menjadi gol penutup dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya kemarin sore.

Pelatih Madura United Dejan Antonic menilai pertandingan berjalan sangat baik. Kedua tim bermain menyerang dengan penguasaan bola berimbang. ”Penguasaan bola 50:50, kami di babak pertama, Persebaya di babak kedua,” ujarnya.

Namun ada satu hal yang membuat Dejan sedikit protes terhadap wasit garis. Yaitu, seharusnya pemain bertahan Persebaya terlihat menyentuh bola dengan tangannya. Hingga Dejan harus keluar dari bench pemain, dan menghampiri wasit garis.

Itu terjadi saat menit ke-80. Dejan melihat jelas jika ada sentuhan bola dengan tangan oleh pemain Persebaya di kotak penalti. ”Saya katakan kepada linesman (wasit garis) bahwa 100 orang saja lihat kalau itu handball, masa kamu tidak,” ujar Dejan.

Dengan demikian, Dejan terpaksa harus diusir keluar dari bench pemain oleh wasit tengah. Akibatnya, dia tak mendampingi tim hingga akhir laga. ”Kami masih ada leg kedua di Madura, dan saya pikir pertandingan di sana akan lebih panas lagi daripada pertandingan di sini,” ungkapnya.

(mr/dam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia