Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Rp 10,2 Miliar untuk Tiga Proyek

Di Sampang, Pamekasan, dan Sumenep

02 April 2019, 13: 15: 03 WIB | editor : Abdul Basri

Rojikan  Kasubbag Keuangan dan Umum BBWS Brantas.

Rojikan Kasubbag Keuangan dan Umum BBWS Brantas. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Share this      

SURABAYA – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mendapatkan dana besar untuk proyek pembangunan di Madura. Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang dananya bersumber dari APBN 2019 itu dipecah menjadi tiga paket.

Yakni, pembangunan rumah pompa dan JIAT perpipaan berikut prasarananya di Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Sampang, senilai Rp 1.609.600.000. Harga perkiraan sendiri (HPS) proyek ini Rp 1.609.600.000.

CV Rakindo Teknika Muda menjadi pemenang lelang proyek tersebut dengan harga terkoreksi Rp 1.471.104.000. Saat ini proses tender memasuki masa sanggah hasil lelang. Sesuai jadwal, teken kontrak akan dilakukan 8 April 2019.

Proyek kedua yaitu pengembangan Embung Samiran di Desa Samiran, Kecamatan Proppo, Pamekasan, senilai Rp 4.479.950.000. HPS proyek ini Rp 4.479.950.000. Saat ini pengembangan embung Samiran memasuki lelang dengan tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Teken kontrak dijadwalkan 22 April 2019.

Proyek ketiga yakni rehabilitasi jaringan tambak garam di Kecamatan Pragaan, Sumenep, senilai Rp 4.127.730.000. HPS proyek di kabupaten paling timur Madura ini Rp 4.127.730.000. Saat ini proyek tersebut memasuki pembukaan dan evaluasi penawaran file satu, administrasi, dan teknis. Teken kontrak dijadwalkan 22 April 2019.

Dengan demikian, total dana yang didapatkan BBWS Brantas pada 2019 ini Rp 10.217.280.000. Dana jumbo tersebut untuk pengerjaan tiga paket proyek di Pulau Madura.

Kasubbag Keuangan dan Umum BBWS Brantas Rojikan mengatakan, tiga paket proyek di Madura itu kini sudah masuk dalam usulan pelaksanaan lelang. ”Kalau sudah masuk di LPSE, berarti sudah ada kegiatan,” katanya saat ditemui di kantornya di Jalan Wiyung, Surabaya.

Pihaknya menunggu proses lelang rampung sehingga diketahui rekanan pemenang dan memiliki data petunjuk operasional kegiatan (POK). ”Kalau tender selesai, baru kami kasih informasi pelaksananya siapa, yang bertanggung jawab siapa, PPK (pejabat pembuat komitmen, Red) siapa, akan kami jelaskan. Saya sebagai KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) harus punya dasar,” jelasnya.

Apa tidak ada proyek pembangunan untuk Bangkalan? Dia belum bisa memberikan tanggapan secara terperinci. ”PPIP (pengelolaan dan pelayanan informasi publik, Red) ini berdasarkan POK. Sebab, POK merupakan dasar untuk memberikan informasi kepada teman-teman media. Juga bisa lihat di website kami,” papar Rojikan.

Dia menambahkan, jika lelang rampung, saat pengerjaan oleh rekanan akan diawasi konsultan pengawas. BBWS Brantas juga bakal intens mengawasi lokasi proyek. ”Setiap pekerjaan konstruksi itu ada pengawas dari konsultan. Kami juga pasti melakukan pengawasan,” tukasnya.

(mr/bam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia