Minggu, 15 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Bebaskan Lahan Srepang, Pemkab Sampang Butuh Tambahan Rp 15 Miliar

26 Maret 2019, 19: 06: 04 WIB | editor : Haryanto

INTERVIEW: Bupati Sampang saat diwawancarai jurnalis.

INTERVIEW: Bupati Sampang saat diwawancarai jurnalis. (Moh. Iqbal/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG - Proyek pembangunan infrastruktur Jembatan Sreseh-Sampang (Srepang) sudah lama direncanakan. Hingga saat ini, belum bisa terwujud. Sebab, terkendala masalah pembebasan lahan.

Pemkab Sampang menargetkan, pembebasan lahan bisa terselesaikan. Sehingga, pembangunan infrastruktur Jembatan Srepang bisa segera dimulai dan selesai tahun 2020 mendatang.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, pihaknya saat ini menganggarkan dana pembebasan lahan sebanyak Rp 20 miliar. "Dana itu tentunya bersumber dari APBD," katanya.

Menurut bupati, total dana yang diperlukan untuk pembebasan lahan Jembatan Srepang sekitar Rp 35 miliar. "Dengan demikian, masih kurang Rp15 miliar lagi dari dana yang kita anggarkan saat ini," jelasnya.

Slamet Junaidi mengaku masih belum bisa merinci anggaran dana sebesar Rp 20 miliar tersebut. “Itu soal teknis. Yang penting begini, saya sebagai bupati mempunyai kebijakan dan berharap segera terealisasi," ujar mantan anggota DPR RI itu.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sampang itu optimistis pembangunan Jembatan Srepang bisa terwujud. "Insya Allah, tahun depan pembebasan lahan selesai. Atau paling telat tahun 2021 sudah selesai," lanjutnya. (Moh. Iqbal)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia