Kamis, 17 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Ulama Minta Polri Netral dalam Pemilu

26 Maret 2019, 12: 27: 20 WIB | editor : Abdul Basri

SILATURAHMI: Sejumlah ulama mendatangi Mapolres Pamekasan kemarin.

SILATURAHMI: Sejumlah ulama mendatangi Mapolres Pamekasan kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Sejumlah ulama mendatangi Mapolres Pamekasan kemarin (25/3). Mereka yang tergabung dalam Forum Ulama dan Habaib Pamekasan itu beraudiensi dengan jajaran polres berkenaan dengan Pemilu 2019.

Para ulama disambut Kaporles Pamekasan AKBP Teguh Wibowo bersama jajarannya di ruang Satriya Bhayangkara. Audiensi ulama dengan Polres Pamekasan dipimpin KH Ali Karrar Sinhaji.

Pada kesempatan tersebut, ulama menyampaikan sejumlah pernyataan sikap. Di antaranya, mereka meminta Polri menjunjung tinggi supremasi hukum serta menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Yaitu, sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan serta menjaga netralitas dalam pemilu.

Ulama mengingatkan Polri bertangung jawab memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat demi tercapainya Pemilu 2019 yang aman, tertib, langsung, umum, bebas, rahasia, serta adil. Jika ada pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu, hukum harus ditegakkan tanpa tebang pilih.

Dalam pelaksanaan Pemilu 2019, ulama meminta rakyat mendapatkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Tujuannya, agar pemilu berjalan dengan kegembiraan dan tidak ada ketakutan karena ada indikasi ketidaknetralan aparat negara.

KH Amin Rifki menjelaskan, sejumlah ulama dan habaib beraudiensi dengan polres untuk menjaga kondusivitas saat pemilu. Harapannya, pesta demorkasi dijalankan dengan riang gembira.

”Kami berharap, polres menjaga netralitas dalam pemilu. Para ulama tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena ketidaknetralan aparat,” tegasnya.

Pihaknya meminta polres bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. Siapa yang salah harus diproses secara hukum ”Siapa pun yang melanggar, baik aparat sendiri, maka harus disanksi tegas,” ujarnya.

Kiai Husni Tamrin menambahkan, dalam pertemuan tersebut terjalin kesepahaman antara ulama dan Polres Pamekasan. Menurut dia, polres berkomitmen untuk netral dalam pemilu. ”Semoga apa yang disampaikan polres benar-benar direalisasikan di lapangan,” harapnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengaku senang dengan kehadiran ulama dan habaib. Apalagi keinginan para ulama memiliki visi mulia untuk mewujudkan pemilu yang aman, sejuk, dan kondusif.

 ”Pada acara silaturhmi, kami juga meminta dukungan dan doa ulama untuk sama-sama menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum Polres Pamekasan. Baik menjelang pelaksanaan pemilu maupun pasca-pemilu,” katanya.

Mengenai harapan ulama berkenaan dengan netralitas Polri, Teguh mengaku hal itu sudah menjadi komitmen sejak awal. Polres Pamekasan akan selalu dalam koridor netral dalam pemilu. ”Semua kegiatan dan tindakan kami netral, khusunya berkenaan dengan pemilu,” ucapnya.

Berkenaan dengan komitmen tersebut, diakui juga sudah ada perintah dari atas. ”Meskipun tidak ada edaran, kami tetap netral,” tukasnya.

(mr/sin/hud/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia