Minggu, 15 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Lini Serang Kurang Garang

25 Maret 2019, 13: 07: 22 WIB | editor : Abdul Basri

BERHARAP: Haruna Soemitro turut mendampingi Madura United saat uji coba tertutup dengan tim pra PON Jatim di SGB kemarin.

BERHARAP: Haruna Soemitro turut mendampingi Madura United saat uji coba tertutup dengan tim pra PON Jatim di SGB kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Jelang menghadapi pertandingan babak 8 besar Piala Presiden 2019, Madura United menggelar uji coba tertutup di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) kemarin sore (24/3). Lawan yang dihadapi yakni tim sepak bola pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur.

Laga tersebut berlangsung cukup sengit. Kedua tim bermain layaknya pertandingan resmi. Kedua tim bermain terbuka dan tak jarang terjadi tekel-tekel cukup keras.

Bagi skuad PON Jatim besutan Rudy Keltjes, pertandingan kemarin merupakan ajang menguji kekuatan tim. Mereka akan membela Jawa Timur di ajang pesta olahraga terbesar di Indonesia.

Sementara bagi Madura United, uji coba tersebut sekadar menerima tawaran dari tim sepak bola Jawa Timur. Meski tanpa beberapa pemain andalannya, Madura United tetap menampilkan karakter menyerang.

Menurut sumber internal Madura United, uji coba tertutup itu karena menuruti permintaan tim pra PON Jatim. ”Ini uji coba tertutup. Mereka yang meminta ini uji coba tertutup,” ujar sumber tersebut.

Laga berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Madura United. Dua gol Madura United dicetak Alberto Goncalves melalui titik penalti dan open play. Sementara gol tim PON Jatim dicetak pemain bernomor punggung 10 juga melalui titik penalti.

Manajer Tim Madura United Haruna Soemitro mengaku kurang senang dengan performa lini depan. ”Dengan lima pemain di Timnas Indonesia, terlihat sekali ketajaman kami di lini depan sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.

Haruna berharap, kembalinya para pemain Madura United dari Timnas bisa mengangkat performa tim. ”Ini tugas pelatih untuk membuat game plan yang betul-betul solid untuk persiapan liga,” ujarnya.

Dia mengkhususkan pelatih untuk segera mempersiapkan tim menghadapi laga yang sudah di depan mata. Yakni, Piala Presiden babak 8 besar. Skuad Laskar Sape Kerrap direncanakan akan berhadapan dengan Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Minggu (31/3).

Sementara itu, pelatih tim pra PON Jawa Timur Rudy Keltjes mengaku anak asuhnya masih demam panggung. Pasalnya, mereka berhadapan dengan pemain bintang dan memiliki nama besar di Madura United.

”Mereka masih ciut nyali. Tapi saya gembira karena anak-anak mengikuti taktik saya,” ungkapnya. Rudy mengandalkan taktik menunggu di pertahanan sendiri, dan memanfaatkan serangan balik cepat untuk mencetak gol.

Rudy melihat skuad PON Jatim memiliki prospek. ”Sebenarnya ini bukan waktunya uji coba, tapi tim ini harus ada peningkatan fisik. Karena ada sparring, jadi terpaksa kami bermain dan di situ ada risiko cedera,” jelasnya.

(mr/dam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia