Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Temukan WNA Masuk DPT

KPU Tegaskan Bukan Kesalahan Petugas Coklit

21 Maret 2019, 13: 12: 50 WIB | editor : Abdul Basri

Temukan WNA Masuk DPT

Share this      

PAMEKASAN – Warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) ditemukan di Pamekasan. Berdasarkan hasil kroscek Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, ada dua warga asing yang terdaftar sebagai pemilih.

Temuan itu diungkapkan Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pamekasan Khotim Ubaidillah pada rapat pleno penetapan DPTb-2 kemarin (20/3). Dia meminta agar warga asing itu segera dihapus dari sistem informasi data pemilih (Sidalih).

Ubaid –sapaan Khotim Ubaidillah– mengatakan, dua WNA asing itu masing-masing berasal dari Iran dan Malaysia. Keduanya tercatat sebagai pemilih. Padahal, mereka tidak memiliki hak menjadi peserta pemilu. ”Kami sudah kroscek ke kantor imigrasi, ternyata benar warga negara asing,” katanya.

Ubaid menyampaikan, WNA masuk DPT itu isu nasional. Sebab, di beberapa daerah juga ditemukan. Dengan demikian, Bawaslu terus mengeroscek data pemilih agar tidak ada warga asing yang terdaftar sebagai pemilih.

KPU Pamekasan harus segera menghapus data bermasalah itu. Sebab, tidak ada lagi rapat pleno daftar pemilih tambahan (DPTb). ”Sekarang ini rapat pleno terakhir,” katanya usai menghadiri rapat pleno.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, dua WNA masuk DPT itu sudah dihapus. Pasca ada temuan dari Bawaslu, penyelenggara lansung menindaklanjuti dengan mengkroscek temuan itu.

Terdaftarnya warga asing itu sebagai pemilih bukan karena keteledoran petugas pencocokan dan penelitian (coklit). Sebab, keduanya memiliki dokumen kependudukan secara resmi seperti e-KTP dan kartu keluarga (KK). Dengan demikian, petugas coklit memasukkan sebagai pemilih. ”Tapi sudah kami hapus,” katanya.

Hamzah mengatakan, KPU terus melakukan updating data pemilih. Warga yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti meninggal langsung dihapus. Dia yakin data pemilih sangat valid.

Mengenai warga di bawah 17 tahun yang masuk DPT, diakui ada di sejumlah kecamatan. Tetapi, secara prosedur mereka memiliki hak pilih. Sebab, sudah menikah dan memiliki e-KTP.

Kemudian, warga di atas usia 90 tahun juga sempat menjadi bahan pembicaraan. KPU mengeroscek langsung. Hasilnya, memang ada pemilih yang usianya di atas 90 tahun. ”Orangnya masih hidup dan sehat. Mereka memiliki hak pilih,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan rapat pleno DPTb-2, jumlah DPT untuk pemilu di Pamekasan sebanyak 707.103 orang. Jumlah tersebut berkurang dibanding DPTb-1 yang mencapai 707.620 orang. 

(mr/pen/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia