Kamis, 17 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Diundang sejak Dua Tahun Lalu

18 Maret 2019, 12: 41: 19 WIB | editor : Abdul Basri

DAI: Ustad Abdul Somad saat tiba di Bandara Trunojoyo Sumenep kemarin.

DAI: Ustad Abdul Somad saat tiba di Bandara Trunojoyo Sumenep kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

USTAD Abdul Somad berada di Madura sejak kemarin (17/3). Dai kondang asal Pulau Sumatera itu berdakwah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan, Sumenep. Kemudian lanjut menghadiri tablig akbar yang digelar Ikatan Masyarakat Madura (Ikama) di Kecamatan Labang, Bangkalan, hari ini (18/3) usai salat Subuh.

Rombongan terbang dari Sumatera Utara dan transit di Bandara Juanda, Surabaya. Selanjutnya kembali melakukan penerbangan ke Sumenep. Ustad yang sudah berceramah di berbagai daerah di Indonesia itu tiba di Bandara Trunojoyo Sumenep sekitar pukul 13.10. Kemudian lanjut beristirahat di salah satu penginapan di Kota Sumekar.

Panitia Tablig Akbar Al-Amien Prenduan Ustadz Nurhasan Wahyudi menyampaikan, sudah lama Ponpes Al-Amien merencanakan tablig akbar bersama Ustad Abdul Somad. Rencana tersebut mulai tercetus sekitar tiga tahun yang lalu. ”Alhamdulillah dapat kesempatan sekarang,” ungkapnya.

AKRAB: Ustad Abdul Somad (kiri) bersama KH Dr Ahmad Fauzi Tidjani saat berada di Hotel C1 Sumenep kemarin.

AKRAB: Ustad Abdul Somad (kiri) bersama KH Dr Ahmad Fauzi Tidjani saat berada di Hotel C1 Sumenep kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Kehadiran Ustad Abdul Somad membawa misi dakwah. Menyebar kebaikan dan kedamaian kepada seluruh rakyat Indonesia. Selain berdakwah, kegiatan juga dikemas dengan silaturahmi dengan tokoh-tokoh Madura dan majelis kiai di Ponpes Al-Amien. Kemudian memberikan tausiah yang dibuka untuk kalangan umum dan santri. ”Temanya strategi dakwah menurut Alquran dan Hadis. Setelah itu lanjut ke Bangkalan,” kata Ustad Nurhasan.

Diharapkan tablig akbar membawa barokah untuk semua masyarakat. Khususnya kebaikan untuk masyarakat Madura sehingga tercipta persatuan dan kesatuan Indonesia. ”Intinya menuntut ilmu bersama-sama dari para ulama. Salah satunya dari Ustad Abdul Somad,” paparnya. Ustad Nurhasan menerangkan, melihat animo masyarakat, perkiraan jamaah tablig akbar mencapai 20 ribu orang.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan KH Dr Ahmad Fauzi Tidjani mengungkapkan, masyarakat merindukan seorang mubalig yang memiliki ilmu luar biasa. Apalagi alumni Timur Tengah. Kandungan dakwah yang disampaikan diakui merakyat.

”Kami sudah mengundang beliau dua tahun lalu. Dari banyaknya yang mengundang beliau di Madura, hanya Al-Amien dan di Bangkalan yang saat ini dihadiri,” tuturnya.

Tablig akbar yang digelar di salah satu pesantren terbesar di Madura itu tidak memperkenankan adanya atribut-atribut tertentu. Sebab kegiatan tersebut murni majelis ilmu. Ustad Abdul Somad menurutnya sudah berkomitmen untuk tidak ada tendensi apa pun dengan suasana yang saat ini terjadi.

”Murni ilmu dan ilmu. Untuk mencerdaskan masyarakat dalam aspek ilmu kehidupan dunia akhirat,” ujar KH Dr Ahmad Fauzi Tidjani.

Ponpes Al-Amien membuka ruang bagi masyarakat umum untuk menjawab kerinduan masyarakat Madura. Semua kalangan merindukan kehadiran Ustad Abdul Somad. Merindukan sosok yang mempunyai daya berpikir di atas semua golongan. Selain itu, konten ceramah yang disampaikan berbobot.

Bagi KH Dr Ahmad Fauzi Tidjani, Ustad Abdul Somad merupakan mubalig dan ulama yang apa adanya. Tidak punya kepentingan apa-apa. Tidak ada tendensi apa pun. Murni dakwah. Ditegaskan, tidak ada nuansa politik dalam tablig akbar ini.

”Harapannya, Ustad Abdul Somad bisa istiqamah. Tidak terbawa oleh keduniaan. Lebih pada akhirat. Kami doakan bisa istiqamah dengan cara dakwah berkualitas seperti itu bisa menjadi cermin bagi para santri,” harapnya.

(mr/bad/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia