Jumat, 26 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Besok Suramadu Tutup Enam Jam

Sediakan Empat Kapal Gratis Ujung–Kamal

16 Maret 2019, 14: 37: 49 WIB | editor : Abdul Basri

LENGANG: Kendaraan melintas di Jembatan Suramadu kemarin. Jembatan ini akan ditutup total besok (17/3) karena ada kegiatan Millennial Road Safety Festival (MRSF).

LENGANG: Kendaraan melintas di Jembatan Suramadu kemarin. Jembatan ini akan ditutup total besok (17/3) karena ada kegiatan Millennial Road Safety Festival (MRSF). (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Penyeberangan Kamal–Ujung dipastikan ramai besok (17/3). Pasalnya, Jembatan Suramadu akan ditutup selama enam jam. Penutupan dua jalur di jembatan sepanjang 5.435 meter itu karena digelar Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang digagas Polda Jawa Timur. Sebanyak 61 ribu undangan yang diperkirakan menghadiri acara tersebut.

Polres Bangkalan mulai melakukan persiapan rekayasa lalu lintas (lalin). Masyarakat Madura yang ingin melakukan perjalanan menuju Surabaya tentu tidak bisa melewati Jembatan Suramadu. Hari itu arus lalu lintas dialihkan menuju Pelabuhan Kamal sejak pertigaan Tangkel.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro mengutarakan, acara puncak MRSF dilaksanakan di Jembatan Suramadu. Penutupan dilakukan dua jalur dari pukul 05.00 hingga 11.00.

SATU JALUR: Pekerja sibuk mengerjakan proyek hotmix di Jalan Halim Perdanakusuma Bangkalan kemarin.

SATU JALUR: Pekerja sibuk mengerjakan proyek hotmix di Jalan Halim Perdanakusuma Bangkalan kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

”Dari pertigaan Tangkel kami teruskan menuju arah kota. Kemudian, melewati Kecamatan Burneh, terus simpang tiga Junok belok kiri menuju Pelabuhan Kamal,” katanya kemarin (15/3).

Sedangkan kendaraan dari Kecamatan Tragah, Sukolilo, dan Labang lurus ke selatan melewati perempatan Sendang. Dari Tragah dan Labang yang mau ke Surabaya tetap lewat Pelabuhan Kamal.

Di Pelabuhan Kamal terdapat empat armada yang disiapkan secara gratis. Transportasi laut itu akan melayani pengendara yang dialihkan ke Pelabuhan Kamal. Baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. ”Gratis karena dibiayai sponsor. Hanya berlaku dari pukul 05.00–11.00. Lewat dari jam itu, ya bayar sendiri,” jelasnya.

Danu tidak menampik potensi kemacetan di ruas jalan menuju Pelabuhan Kamal. Seperti di jalan sekitar Bebek Sinjay yang biasa macet pada hari Minggu. Karena itu, Polres Bangkalan mengerahkan 308 personel untuk bertugas di sejumlah titik rawan macet, simpang tiga, perempatan, dan lain-lain. ”Misalnya seperti di Bebek sinjay itu nanti disiapkan personel,” jelasnya.

Biasanya, terang Danu, di arus jalan yang melewati Bebek Sinjay itu macet. Tetapi, untuk Minggu ini dimungkinkan tidak terlalu panjang karena yang menikmati wisata kuliner itu mayoritas dari luar Bangkalan. Sementara, pada saat itu jalan dari arah Surabaya melalui Suramadu juga ditutup. ”Personel di lapangan tetap akan memantau dan mengantisipasi,” sebutnya.

Selain  itu, potensi kemacetan bisa terjadi di Jalan Halim Perdanakusuma. Tepatnya di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, di jalur utama menuju Pelabuhan Kamal itu sedang ada perbaikan jalan. Polres Bangkalan sudah menyampaikan kepada pemborong agar diselesaikan secepat mungkin.

”Pasti menggunakan satu jalur di lokasi itu. Kalau tidak selesai, kami siapkan personel mengatur di sana,” terang Danu.

Informasi dari pekerja di lokasi proyek, panjang jalan yang akan diperbaiki kurang lebih 1 kilometer. Baru dimulai dua hari yang lalu. ”Ya nggak selesai sampai hari Minggu. Ini kan baru dikerjakan,” kata pria bertopi itu.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Bangkalan Yudistiro mengatakan, perbaikan hotmix di Jalan Halim Perdanakusuma tidak ada hubungan dengan kegiatan 17 Maret. Sebab, perbaikan itu merupakan pemeliharaan rutin. ”Pengerjaannya kebetulan bersamaan dengan kegiatan (MRSF),” katanya.

Yudis menyampaikan, perbaikan jalan hotmix itu dianggarkan melalui APBN. Tidak ada hubungannya dengan Kabupaten Bangkalan. ”Itu punya pusat,” jelasnya.

Danu mengatakan, Jembatan Suramadu itu salah satu ikon Jawa Timur. Karena itu, puncak acara MRSF ditempatkan di jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura itu. Alasan lain arus lalu lintas ditutup karena acara seperti ini tidak akan ada tahun depan. ”Ambil positifnya dengan adanya Jembatan Suramadu. Pelabuhan kan sepi. Tapi karena momen seperti ini sedikit bisa membantu keramaian di Pelabuhan Kamal,” tuturnya.

Danu menambahkan, yang boleh melewati Jembatan Suramadu saat hari H hanya ambulans. Sebab, khawatir ada pasien yang harus mendapatkan pelayanan darurat. ”Kami siapkan jalur khusus untuk ambulans. Tapi, tetap kami kawal nanti,” paparnya.

Dia mempersilakan masyarakat yang ingin ikut meramaikan kegiatan tersebut untuk datang. Sebelum jembatan pihaknya sudah menyiapkan parkir. Hanya, tetap mendahulukan undangan VIP. ”Karena yang hadir itu gubernur, 38 forpimda serta bupatinya, dan banyak pejabat-pejabat lain,” terang Danu.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia