Kamis, 17 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Penjual Pentol Cabuli Tiga Bocah SD

16 Maret 2019, 11: 48: 15 WIB | editor : Abdul Basri

DITANGANI POLISI: Ketiga korban dugaan pencabulan tiba di Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan di UPPA Satreskrim.

DITANGANI POLISI: Ketiga korban dugaan pencabulan tiba di Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan di UPPA Satreskrim. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Jauh-jauh dari Jawa Tengah untuk mengadu nasib di Madura, Sundakir justru berurusan dengan polisi. Pria 54 tahun asal Kabupaten Demak itu diserahkan ke polisi karena diduga mencabuli tiga bocah sekolah dasar (SD). Kini, penjual pentol keliling itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Tiga anak itu masih duduk di bangku kelas 3 dan 4 SD. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Karang Penang, Sampang. Sundakir sudah tahunan bermukim di Desa Karang Penang Onjur dengan cara menyewa salah satu rumah. Di desa itu dia tinggal bersama istrinya yang bekerja sebagai penjual jamu gendong keliling.

Aksi Sundakir ini terungkap setelah pemilik rumah mengetahui salah satu dari tiga korban keluar dari rumah yang disewa Sundakir sambil berlari dengan memegang sejumlah uang. Kemudian, pemilik rumah tersebut menyampaikan kepada LH (inisial), 55.

Nenek korban berisnial AB langsung menanyakan kepada cucunya. Dari situlah diketahui AB menjadi korban pencabulan Sundakir dengan diiming-imingi sejumlah uang. ”Cucu saya ini diiming-imingi uang lalu diajak berhubungan, lalu diancam supaya tidak memberitahu kepada siapa pun,” katanya saat ditemui di Mapolres Sampang, Kamis (14/3) pukul 21.30.

LH mengungkapkan, korban pelecehan seksual Sundakir tidak hanya AB. Namun, anak berinisial AA dan AN yang juga masih satu sekolah. ”Korbannya tiga, ketiganya masih kerabat dekat,” ungkapnya.

Menurut pengakuan korban kepada neneknya, aksi bejat Sundakirdilakukan lebih dari satu kali. Dilakukan di ruang kelas dan dirumah kontrakannya.Mengetahui hal itu, keluarga korban bersama warga langsung mendatangi tempat tinggal warga pendatang itu.

Pelaku sempat mau dihakimi warga. Beruntung, warga yang melarikan Sundakir ke Polsek Karang Penang. Kemudian, Polsek Karang Penang bersama warga menyerahkan pelaku ke Polres Sampang, Kamis malam (14/3). Saat itu juga, ketiga korban yang didampingi neneknya dan kepala desa datang ke polres.

Kades Karang Penang Onjur Moh. Ridhoi membenarkan Sundakir sudah lama tinggal di desanya. Sundakir tidak melapor kepada kepala desa. Dia tinggal di desa itu sebelum Ridhoi menjabat Kades. ”Pada masa saya tidak melapor ke desa,” terangnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman membenarkan bahwa telah mengamankan Sundakir yang diduga sebagai pelaku pencabulan. Pihaknya sudah meminta keterangan ketiga anak di bawah umur yang diduga sebagai korban. Menurut dia, pihaknya baru bisa menyampaikan kepada publik secara rinci setelah gelar perkara. ”Terduga pelaku sudah kami amankan di polres,” katanya kemarin (15/3).

Berdasarkan keterangan dari ketiga korban, pelaku sudah melakukan pencabulan kepada salah satu di antara ketiganya sebanyak empat kali. Terakhir, korban dicabuli di rumah pelaku. ”Ketiganya sudah divisum, tapi hasilnya belum keluar,” tandasnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia