Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Berharap Pelaksanaan Pemilu Aman dan Damai

Puluhan Ulama Datangi KPU

15 Maret 2019, 20: 07: 56 WIB | editor : Abdul Basri

SATU RUANGAN: Puluhan kiai ditemui komisioner KPU Sampang di aula kantor KPU kemarin siang.

SATU RUANGAN: Puluhan kiai ditemui komisioner KPU Sampang di aula kantor KPU kemarin siang. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Aliansi Ulama Madura (AUMA) dan Majelis Silaturrahim Ulama Sampang (Majsus) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang kemarin (14/3) pukul 10.45. Mereka beraharap, pelaksanaan pemilu di Kota Bahari berjalan aman dan damai.

Mereka menyampaikan aspirasi di dalam aula kantor KPU. AUMA dan Majsus ditemui Ketua KPU Sampang Syamsul Mu’arif beserta komisioner yang lain. 

Ketua Majsus KH Ahmad Yahya Hamidudin mengatakan, pihaknya mendatangi KPU Sampang tidak lain hanya untuk memberikan dukungan dan mengingatkan agar pemilu 17 April mendatang berjalan sebagaiamana mestinya. ”Kedatangan kami pertama ingin bersilaturahmi,” terangnya.

”Di samping itu, memberikan support terhadap pelaksana Pemilu 2019 agar damai dan baik. Karena kunci pemilu yang aman dan damai adalah jujur dan adil,” sambungnya.

 Pihaknya tidak menginginkan kejadian pemilu pada tahun 1997 dan beberapa waktu lalu terulang kembali di Sampang. Karena itu, penyelenggara diharapkan menjaga netralitasnya sebagaimana saran dan tausiah para ulama. Dengan begitu, TNI, Polri, dan ASN betul-betul menempatkan diri sebagai aparat yang netral dan mengantarkan kesuksesan pemilu.

”Kalau persoalan yang terjadi di bawah kami pasrahkan ke Bawaslu. Kami percaya kepada penyelenggara dan kami berharap menempatkan netralitasnya,” harapnya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Mu’arif mengapresiasi ulama dan kiai di Sampang yang bersedia memberikan dukungan penuh kepada KPU. Pihaknya bersyukur mendapatkan dorongan dari ulama.

”Intinya, beliau menyampaikan beberapa masukan dan nasihat kepada kami agar pemilu yang akan datang bisa diselenggarakan dengan sukses tanpa pelanggaran signifikan,” bebernya.

Syamsul menegaskan, tidak ada perlakuan khusus dalam tahapan pelaksanaan pemilu. Di tengah forum, pihaknya mengaku telah menyampaikan upaya dan ikhtiar, mulai niat dan semangatnya untuk mewujudkan pemilu yang lebih baik, bekualitas, dan berintegritas.

”Pelaksanaannya sama sesuai dengan ketentuan dan peraturan. Jadi, semuanya harus berjalan on the track sebagaimana harapan kita semua,”  tegasnya.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia