Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Waspada Penipuan Mencatut Nama JPRM

15 Maret 2019, 15: 34: 24 WIB | editor : Abdul Basri

Waspada Penipuan Mencatut Nama JPRM

Share this      

SUMENEP – Modus penipuan dengan mencatut nama Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kembali terjadi. Target sasaran kali ini para pejabat di Lingkungan Pemkab Sumenep. Mulai dari kepala dinas hingga sekretaris kabupaten (Sekkab).

Beberapa kepala dinas sempat konfirmasi langsung kepada kru JPRM Biro Sumenep. Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Eri Susanto mendapat pesan singkat dan telepon dari nomor 081230308624. Pemilik nomor tersebut mengaku bernama Wahid dan bekerja di Radar.

”Dia ngomong minta bantuan karena ada salah satu kru Radar yang sedang operasi jantung,” kata Eri kemarin (14/3).

”Tlg jenengan bantu gotong royong semampunya mas Hendri Pak Eri Susanto kshn operasi jantung dirs dr soetomo sby.lwtkan no rek kluarga istrinyamas Hendri sndri Pak biar tau kluarganya.BCA.0901612373.a/n.Hartini.tks byj sblmnya Pak smg byk rjkinya.amin..slm dr teman2 Pers..” demikian pesan yang dikirimkan ke Eri Susanto usai telepon dengan beberapa kesalahan penulisan.

Beberapa saat kemudian, nomor yang tadi telepon kembali dan menanyakan bantuan yang diminta. Merasa curiga, Eri konfirmasi ke kru JPRM Biro Sumenep Hendra Apri Purwadi. Hendra kemudian menjelaskan bahwa tidak ada kru bernama Wahid dan Hendri di Biro Sumenep.

Gagal menipu, nomor yang tadi mengirim pesan singkat yang isinya misu-misu. ”Habis itu dia SMS lagi, bilang PKI, asu, gitu,” tambah Eri.

SMS yang sama juga dikirim ke Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Sufiyanto. Tapi, dia langsung tidak menggubris begitu mengetahui bahwa SMS tersebut modus penipuan. Dia memilih mengabaikan nomor yang mengaku dari kru JPRM.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Mohammad Jakfar juga mendapat pesan singkat yang sama. Dia dimintai sumbangan agar bisa membantu Hendri. Mendapat SMS itu, dia langsung klarifikasi ke Dafir, wartawan JPRM yang pernah bertugas di Sumenep. Begitu tahu bahwa SMS tersebut penipuan, dia balik mengerjai si pemilik nomor.

”Rupanya SMS itu dikirim ke banyak pihak. Pak Sekkab, Pak Asisten, juga dimintai bantuan,” papar Jakfar. ”Begitu modus penipuannya tidak sukses, dia langsung misu-misu bilang asu, PKI, dan sebagainya,” tegasnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi JPRM A. Zuhdi Zuhud memastikan tidak ada wartawan yang bernama Wahid. Karyawan yang bernama Wahid bukan di divisi redaksi dan bertugas di kantor pusat. Karena itulah, pihaknya meminta agar pihak-pihak yang menerima pesan penipuan semacam itu tidak menggubris.

Zuhud menjelaskan, semua kru JPRM dibekali tanda pengenal dalam bertugas. Jika ada orang mencurigakan dan mengaku-ngaku dari JPRM hendaknya dimintai tanda pengenal. Jika orang tersebut tidak dapat menunjukkan kartu JPRM, hendaknya tidak dilayani. ”Jika mengancam macam-macam, segera laporkan kepada polisi,” katanya.

Jika langkah itu masih ragu, kartu tersebut bisa dicocokkan dengan nama karyawan JPRM di boks redaksi di bagian bawah halaman sambungan. Di tempat itu, semua nama karyawan tertera. ”Jika orang tersebut menunjukkan kartu, silakan foto kartu tersebut lalu kirim ke kru JPRM untuk diklarifikasi kebenarannya,” saran Zuhud.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, selain cek nama karyawan di boks redaksi, pembaca bisa menelepon kantor pusat JPRM langsung atau kepada kru JPRM yang sudah dikenal. Atau juga bisa menelepon kantor biro JPRM di tiap kabupaten.

”Kalau ada orang asing menelepon meminta uang hendaknya tidak dilayani. Wartawan JPRM tidak dibenarkan memanfaatkan profesi di luar tugasnya,” tegas wartawan yang pernah bertugas di Sumenep itu.

Zuhud juga mengapresiasi kepala dinas di Sumenep yang mengonfirmasi langsung kepada kru JPRM ketika ada nomor mencurigakan meminta uang. Upaya mereka tidak langsung memenuhi permintaan pemilik nomor 081230308624 dan memilih bertanya kepada kru JPRM merupakan langkah tepat.

”Terima kasih kami sampaikan. Semoga pembaca semakin cerdas sehingga tidak menjadi korban penipuan pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia