Kamis, 27 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pemkab Bakal Libatkan Profesor

14 Maret 2019, 13: 05: 43 WIB | editor : Abdul Basri

Pemkab Bakal Libatkan Profesor

Share this      

PEMKAB Pamekasan menyusun komponen yang akan menjadi panitia seleksi (pansel) rekrutmen pejabat eselon II. Dua profesor dari luar Madura bakal dilibatkan menjadi anggota pansel.

Pj Sekkab Pamekasan Andik Fadjar Tjahjono mengatakan, progres pembentukan pansel cukup baik. Pemerintah melayangkan surat permohonan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menunjuk dua orang pejabat menjadi anggota pansel.

Surat tersebut belum mendapat balasan. Tetapi, dia yakin dalam waktu dekat penunjukan itu akan turun. ”Anggota pansel nantinya lima orang. Dua orang pejabat pemprov, dan tiga orang dari akademisi dan profesional,” katanya kemarin (13/3).

Fadjar menyampaikan, biasanya anggota pansel itu dari badan kepegawaian daerah (BKD). Sementara untuk kalangan akademisi, pemkab memiliki hak untuk menunjuk sesuai dengan yang dibutuhkan. Pria berkumis itu menyampaikan, dua profesor akan dilibatkan menjadi anggota pansel.

Keduanya dari perguruan tinggi terkemuka di Surabaya dan Malang. Namun, dia enggan membeberkan secara terperinci nama calon anggota pansel tersebut. Fadjar hanya memastikan, dua orang akademisi itu memiliki kemampuan tinggi dan layak menjadi bagian pansel.

Sementara satu orang dari kalangan profesional akan diambil dari Madura. ”Nama-nama (calon anggota pansel) sudah ada,” katanya tanpa menyebut nama-nama orang yang dimaksud.

Staf ahli bidang ekonomi dan ekonomi pembangunan Pemprov Jatim itu menyampaikan, jika pansel selesai dibentuk, akan disamakan persepsi seluruh anggota. Harapannya, pejabat eselon II yang dipilih sesuai dengan keinginan bupati.

Mengingat, pejabat yang akan dipilih itu akan membantu bupati dalam merealisasikan visi misi dan program kerja. Bupati memiliki kriteria. Di antaranya, profesional, inovatif, dan kreatif serta mampu bekerja cepat.

Fadjar menyampaikan, estimasi waktu seleksi akan tuntas pada Juni mendatang. Pada bulan tersebut, Bupati Baddrut Tamam secara hukum diperbolehkan melakukan pengangkatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekretaris Fraksi PAN Sejahtera DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pemilihan anggota pansel akan berpengaruh terhadap hasil seleksi. Dengan demikian, pemerintah harus selektif dalam menentukan anggota panitia.

Harun menyampaikan, seleksi harus profesional. Kepala OPD dipilih karena kompetensi dan kemampuan menjalankan program pemerintah. ”Jangan sampai ada iming-iming lain,” katanya.

Dewan akan mengawal seleksi tersebut. Harapannya, pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan menyukseskan program pemerintah. ”Lelang jabatan ini akan menjadi atensi pengawasan kami,” katanya.

Enam posisi jabatan eselon II kosong. Yakni, kepala badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda), inspektorat, dan distan PHP. Kemudian, Sekkab, bakesbangpol, dan dinkes.

Tiga pejabat eselon II juga akan purna tahun ini. Yakni, Kepala BKPSDM Pamekasan Lukman Hedi Mahdia yang akan pensiun pada Juli. Kepala Diskop dan UM A. M. Yulianto akan pensiun pada Agustus serta Kepala Dispendukcapil Pamekasan Herman Kusnadi bakal pensiun pada September.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia