Selasa, 23 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Features

Satu Tahun setelah Jembatan Penghubung Desa Ambruk

Yang Rusak Belum Dibangun

14 Maret 2019, 12: 56: 16 WIB | editor : Abdul Basri

SEADANYA: Pengendara melintas di jembatan alternatif sisi barat jembatan yang ambruk di Desa Pakamban Daja, Kecamatan Pragaan, Sumenep, kemarin.

SEADANYA: Pengendara melintas di jembatan alternatif sisi barat jembatan yang ambruk di Desa Pakamban Daja, Kecamatan Pragaan, Sumenep, kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

Harapan warga Kecamatan Pragaan untuk memiliki jembatan baru belum terwujud. Setahun setelah jembatan yang ada ambruk, warga membangun jalur alternatif. Hanya untuk pejalan kaki dan sepeda motor.

BADRI STIAWAN, Sumenep

JEMBATAN penghubung itu belum diperbaiki hingga kemarin (13/3). Tepat setahun dari musibah jembatan itu ambruk pada 13 Maret 2018. Kondisi tersebut tidak lantas membuat akses di jalan itu lumpuh.

Di sisi barat jembatan yang ambruk, jembatan darurat menjadi tumpuan masyarakat untuk menyeberangi sungai. Terbuat dari bambu. Kemudian, terdapat beberapa kayu penyangga untuk menahan beban jembatan dan warga yang hendak melintas.

Pengendara roda dua tampak bergantian melalui jembatan tersebut. Jika ada pengendara menyeberang dari selatan, warga harus menunggu sejenak dari arah berlawanan. Begitu juga sebaliknya.

Jembatan darurat itu hanya bisa berfungsi seadanya. Bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua saja. Kendaraan roda empat jangan coba-coba. Selain tidak muat karena sempit, jembatan itu juga tidak akan kuat menahan beban kendaraan.

Bagi kendaraan roda empat yang akan ke Desa Pakamban Daja harus melalui jalan di Desa Sentol Laok, oertigaan ke utara di barat SPBU Pakamban Laok. Bisa juga melalui pertigaan yang langsung menuju Desa Pakamban Daja. Tapi, sekitar 100 meter dari jalan raya, pengendara roda empat harus mengambil jalan di pertigaan yang menuju ke Dusun Tengger, Desa Pakamban Daja.

Sebab jika tetap lurus, pengendara akan menemui jalan yang terputus. Setelah dari Dusun Tengger, pengendara roda empat juga masih harus memutar ke jalan di Desa Sentol Laok untuk bisa menyeberangi sungai ke Desa Pakamban Daja. Dua desa itu masuk wilayah Kecamatan Pragaan.

Ahmad Subairi, warga setempat menyampaikan, kondisi jembatan yang ambruk membuat akses transportasi masyarakat terganggu. Kendaraan roda dua memang bisa melintas di jembatan alternatif. Namun, tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sebelum akses jalan terputus, warga dari sejumlah desa biasa melintas di jalan Desa Pakamban Daja tersebut. Seperti warga dari Desa Sentol Daja, Sentol Laok, Pakamban Laok, dan desa sekitarnya.

Pasca ambruk, kendaraan roda empat dan dua harus melalui jalan memutar untuk bisa sampai ke jalan raya Sumenep–Pamekasan, yakni melalui jalan Desa Sentol Laok. Begitu juga sebaliknya. Sepekan setelah ambruk, kemudian dibangun jembatan alternatif. Namun kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

”Sudah setahun tidak ada perbaikan. Kabarnya mau dibangun tahun lalu. Tapi, tidak ada sampai sekarang,” ucapnya.

Pemuda 28 tahun itu mengungkapkan, bagi pengendara yang baru melintas di akses jalan tersebut bisa membahayakan. Jika tidak tahu, bisa terperosok di jembatan ambruk. Terlebih pada malam hari. Untuk itu, dia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut sehingga akses jalan bagi masyarakat di wilayah setempat bisa kembali normal.

”Banyak masyarakat yang memanfaatkan jalan di sini (Desa Pakamban Daja),” ungkap Ahmad.

Jembatan Pakamban Daja dibangun melalui Proyek Inpres Tahun Anggaran 1995/1996. Usia jembatan itu sekitar 22 tahun sebelum akhirnya ambruk.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Mohammad Jakfar mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya jembatan ambruk di Desa Pakamban Daja. Perbaikan jembatan diperkirakan sudah dianggarkan dalam APBD 2019. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan.

”Itu kalau tidak salah. Tapi setahu saya sudah dianggarkan. Nanti akan saya cek lagi,” ujarnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia