Kamis, 27 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Ikaba Komitmen Kawal Sampai Tuntas

13 Maret 2019, 13: 02: 19 WIB | editor : Abdul Basri

SOLID: Massa Ikaba dari empat kabupaten di Madura turut mengawal jalannya sidang terdakwa Idris di PN Sampang kemarin.

SOLID: Massa Ikaba dari empat kabupaten di Madura turut mengawal jalannya sidang terdakwa Idris di PN Sampang kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

RIBUAN simpatisan dan anggota Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) turut mengikuti sidang pembacaan tuntutan kasus pembunuhan dengan terdakwa Idris. Mereka berjalan dari Lapangan Wijaya Kusuma lalu berkumpul di sepanjang jalan sisi selatan depan PN Sampang.

Mereka melaksanakan istighotsah dan doa bersama, berharap Idris dituntut hukuman maksimal. Massa Ikaba sempat diguyur hujan tak lama setelah berkumpul di depan PN Sampang. Akan tetapi, mereka tidak bergeser. Mereka tetap berzikir dan bersalawat. Bahkan, massa Ikaba tidak langsung bergeser meski sidang selesai.

Juru Bicara Ikaba Salim Segav kecewa terhadap tuntutan JPU di persidangan. Menurutnya, fakta persidangan memenuhi untuk menuntut terdakwa hukuman mati. ”JPU menuntut seumur hidup. Ini di luar dugaan kami. Fakta yang diuji di persidangan meyakinkan kami bahwa terdakwa akan dituntut hukuman mati,” katanya.

Setelah sidang, dia mewakili massa yang ada di luar area PN meminta waktu untuk klarifikasi kepada JPU. Sayangnya, tuntutan tersebut tidak bisa diubah karena sudah dimusyawarahkan dan diputuskan oleh pimpinan.

”Kami khawatir putusan majelis hakim tak sesuai tuntutan. Selama ini jika dituntut seumur hidup hanya dijatuhi hukuman paling tinggi 20 tahun atau 18 tahun penjara,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada JPU mempertahankan tuntutannya supaya dikabulkan majelis hakim. Menurut dia, kasus tersebut harus dijadikan pelajaran agar tidak ada lagi warga yang dengan mudah melakukan pembunuhan dengan senjata api. ”Ikaba berkomitmen mengawal kasus ini sampai tuntas,” tandasnya.

JPU Kejari Sampang Anton Zulkarnaen menyatakan, tuntutan seumur hidup sudah memenuhi rasa keadilan masyarakat. Menurut dia, tuntutan berdasarkan sejumlah pertimbangan. ”Pertimbangan tuntutan sudah kami paparkan di persidangan. Tuntutan seumur hidup sudah cukup memenuhi rasa keadilan. Jika nanti ada yang tidak puas dengan putusan majelis hakim, bisa ditempuh jalur hukum selanjutnya,” jelasnya.

Kabag Ops Polres Sampang Kompol Sulardi menyebutkan, pihaknya menerjunkan satu kompi pasukan mengamankan jalannya persidangan dan mengawal massa yang melakukan aksi solidaritas di luar gedung PN. Menurut dia, tidak ada gesekan atau bentrokan yang dapat menyebabkan jalannya sidang terganggu.

Massa Ikaba yang mengawal jalannya sidang dari luar gedung menggelar aksi dengan tertib. ”Selama sidang berlangsung, separo jalan di depan pengadilan ditutup. Sementara satu jalur sisi utara dipakai untuk dua arah,” katanya.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia