Kamis, 21 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Waspadai Permainan Mafia

13 Maret 2019, 12: 51: 32 WIB | editor : Abdul Basri

TERIK: Petani mengangkut garam dari tambak menuju truk di Kecamatan Galis, Pamekasan, kemarin.

TERIK: Petani mengangkut garam dari tambak menuju truk di Kecamatan Galis, Pamekasan, kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Serapan garam rakyat musim 2018 dinilai tidak optimal. Hal itu terungkap setelah anggota DPRD Pameksan turun ke lapangan. Garam rakyat produksi November tahun lalu menumpuk di gudang penyimpanan milik petani.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, harga garam tahun lalu rendah. Yakni, garam kualitas satu (kw 1) dihargai Rp 800–Rp 1.000 per kilogram. Pada akhir tahun serapan sangat minim sehingga harga garam semakin murah. ”Saya mencium aroma permainan,” katanya kemarin (12/3).

Dia menyebut, PT Garam selaku badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha garam tidak bekerja optimal. Meski mengetahui harga garam tak stabil, tidak ada langkah konkret yang ditempuh PT Garam.

Justru, perusahaan yang berdiri pada 1991 itu terkesan diam. Akibatnya, petani garam tidak bisa meraup untung banyak. ”Peran PT Garam dalam menjaga stabilitas harga tidak optimal,” tudingnya.

Harun menyampaikan, garam merupakan komoditas unggulan di Pamekasan. Masyarakat pesisir banyak yang menggantungkan hidupnya pada hasil panen kristal putih dengan senyawa kimia natrium klorida (NaCl) itu.

Bahkan, petani tidak segan meminjam modal kepada rentenir sebelum menggarap lahan pegaraman. Dengan harapan, hasil panen dan harga jual juga bagus, sehingga selain bisa menutupi pinjaman modal, juga dapat untung.

Namun yang terjadi berbeda. Untung yang mereka dapat minim. Penyebabnya, harga garam murah. ”Kenapa kami yakin ada permainan, karena ketika musim panen, penyerapan garam sedikit, sehingga harga murah. Kecenderungannya begitu,” urai dia.

Politikus PKS itu menyampaikan, beberapa waktu lalu anggota DPRD Pamekasan bertandang ke Kementerian BUMN. Kunjungan tersebut dalam rangka melaporkan persoalan yang terjadi terhadap petani garam.

Dalam waktu dekat, tim dari Kementerian BUMN akan turun mengkroscek kondisi petani. Harapannya, peran PT Garam selaku kepanjangan tangan pemerintah optimal dalam melakukan upaya stabilitas harga.

Humas PT Garam (Persero) Khomaeni Ramadhan mengatakan, setiap tahun perusahaan yang ber-home base di Kalianget, Sumenep itu melakukan penyerapan garam rakyat. Kegiatan itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga.

Jika produksi melimpah, kemudian harga mulai tidak stabil, PT Garam mengambil kebijakan agar petani garam tetap mendapat untung. ”Belum ada data serapan garam rakyat tahun lalu. Harus meminta ke bagian penyerapan garam rakyat,” katanya.

(mr/pen/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia