Selasa, 23 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Showroom Tajamara Mubazir

12 Maret 2019, 11: 30: 01 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM BEROPERASI: Showroom Tajamara yang sudah tuntas dibangun pada 2018 belum digunakan hingga kemarin.

BELUM BEROPERASI: Showroom Tajamara yang sudah tuntas dibangun pada 2018 belum digunakan hingga kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) Tajamara di Desa Kolor, Kecamatan/Kota Sumenep, tuntas akhir 2018. Tapi, hingga saat ini taman yang menghabiskan sekitar Rp 3,3 miliar itu tak kunjung diluncurkan ke publik. Padahal saat ini kalender 2019 sudah memasuki pertengahan bulan ketiga.

Tak pelak hal ini pun menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Termasuk anggota Komisi III DPRD Sumenep Juhari. Dia mempertanyakan mengapa sampai saat ini Tajamara belum di-launching. Padahal menurutnya, fasilitas yang dibutuhkan sudah lengkap.

Yang paling disayangkan, bangunan showroom tak kunjung dioperasionalkan. Bangunan tersebut bisa dijadikan tempat yang berguna, terutama dalam memperkenalkan produk-produk lokal Sumenep. Tetapi karena tidak segera digunakan, jadi mubazir. ”Harus segera diluncurkan itu. Mau nunggu apa lagi, kan bangunannya sudah selesai,” kata Juhari kemarin (11/3).

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, showroom Tajamara tampak sepi. Tak ada seorang petugas pun di bangunan yang terletak di sisi barat daya taman tersebut. Pintu di sebelah barat dan di sebelah utara tertutup.

Fasilitas yang digunakan warga hanyalah tempat duduk di sebelah utara. Juga gazebo yang ada di tengah-tengah taman yang dimanfaatkan untuk bersantai. Warga yang berkunjung ke Kota Sumenep sebagian memilih istrirahat di taman ini di siang atau malam hari.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto menyebut, ada beberapa alasan mengapa Tajamara belum diluncurkan. Salah satunya karena saat ini taman tersebut masih dalam masa pemeliharaan pihak ketiga.

Masa pemeliharaan menurutnya selama enam bulan terhitung sejak Januari. ”Nunggu selesainya masa pemeliharaan. Enam bulan masa pemeliharaannya. Tapi sudah jalan tiga bulan, tinggal tiga bulan lagi,” jelas Bambang.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia