Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

IAIN Madura Gelar Lomba Debat Pendidikan Mahasiswa Se-Indonesia

12 Maret 2019, 11: 24: 53 WIB | editor : Abdul Basri

SERU:  Peserta dari Unija Sumenep membantah argumen peserta delegasi UIN Maliki Malang (pegang mik) pada babak penyisihan lomba debat pendidikan antarmahasiswa se-Indonesia di IAIN Madura kemarin.

SERU:  Peserta dari Unija Sumenep membantah argumen peserta delegasi UIN Maliki Malang (pegang mik) pada babak penyisihan lomba debat pendidikan antarmahasiswa se-Indonesia di IAIN Madura kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

Mahasiswa harus memiliki jiwa kompetitif agar bisa menjadi penggerak kemajuan pendidikan. Sebagai bagian dari akademisi, mahasiswa harus memiliki karangka berpikir ilmiah.

ANIS BILLAH, Pamekasan

TERIK matahari begitu terasa di kawasan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura kemarin (11/3). Lalu-lalang mahasiswa meramaikan suasana kampus yang terletak di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan itu. Sebagian mahasiswa meneduhkan diri di bawah pohon rindang.

SEMANGAT: Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. (tengah kopiah hitam, baris kedua) berfoto bersama sebelum lomba debat dimulai kemarin.

SEMANGAT: Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. (tengah kopiah hitam, baris kedua) berfoto bersama sebelum lomba debat dimulai kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Panas juga dirasakan mahasiswa yang berada di dalam gedung auditorium IAIN Madura. Namun bukan karena sinar matahari. Di gedung yang diapit tempat parkir itu sedang berlangsung adu argumentasi antarmahasiswa se-Indonesia.

Terdapat puluhan mahasiswa perguruan tinggi dari seluruh Nusantara yang berkumpul di ruangan tersebut. Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam IAIN Madura menggelar kompetisi debat pendidikan antarmahasiswa se-Indonesia. Tema yang menjadi pokok pembahasan yakni ”Kritisi Pendidikan: Antara Harapan dan Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Sebanyak 22 peserta utusan perguruan tinggi dari berbagai daerah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Terdapat tiga perguruan tinggi (PT) yang berasal dari Madura. Yakni Universitas Madura (Unira), Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sampang.

Sementara perwakilan PT dari kota Malang diwakili tiga kampus. Yaitu, Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara. UIN Maliki mendelegasikan tiga kelompok mahasiswa.

Tak mau kalah, Kota Pahlawan Surabaya juga mengirimkan tiga PT. Yakni, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mahardhika Surabaya. Disusul delegasi dari Jember yang diwakili dua kampus. Yakni, IAIN Jember dan Universitas Jember (Unej).

Peserta juga merupakan utusan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), IAIN Samarinda, Universitas Darussalam (Unida) Gontor, IAIN Tulungagung, dan Universitas Sumatera Utara (USU). Tak ketinggalan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syarif Hidayatullah) Jakarta juga mengirimkan delegasi.

Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. mengatakan, peserta antusias mengikuti kompetisi tersebut. Peserta tidak hanya dari daerah Jawa. Yang ikut kompetisi merupakan utusan dari berbagai kampus di Indonesia.

”Memang ini menjadi salah satu program unggulan di setiap prodi untuk menyelengggarakan kegiatan secara nasional seperti lomba debat. Alhamdulillah luar biasa peminatnya, baik dari Jawa maupun luar Jawa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa dilatih kompetitif. Mahasiswa sebagai penggerak perkembangan pendidikan harus memiliki jiwa kompetitif yang kuat ditopang perkembangan teknologi.

Mahasiswa dituntut bersaing di tengah kehidupan sosial. Bisa jadi juga bersaing dengan sesama lulusan PT. ”Ini sesuai dengan misi kami yakni kompetitif. Beberapa waktu lalu, mahasiswa kami juara debat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” jelasnya.

Dari kegiatan tersebut diharapkan lahir manusia unggul untuk dikembangkan. Dengan begitu, akan lahir mahasiswa unggul yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan kampus.

”Saya bilang kepada mahasiswa, speak up, bicaralah, bicaralah. Kritisi tentang masalah-masalah yang berkembang sekarang. Mumpung masih mahasiswa, bicaralah. Karena kalau sudah jadi pejabat tidak bisa mengkritisi,” ujarnya.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Madura Dr. H. Atiqullah, M.Pd. menambahkan, kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari kompetisi yang pernah diraih mahasiswanya. Mahasiswi IAIN Madura berhasil meraih juara 1 lomba debat pendidikan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

”Dari prestasi itu kami dikompensasi untuk kegiatan selanjutnya digelar di Pamekasan. Dari kegiatan ini kami bisa menjaga hubungan dengan kampus-kampus yang lain. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepercayaan kepada kampus IAIN Madura,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya berharap semua prodi menggelar kegiatan bertaraf nasional. Dengan begitu, kepercayaan publik kepada IAIN Madura semakin tinggi. Pihaknya meyakini dengan kegiatan tersebut akan lahir mahasiswa yang memiliki kerangka berpikir ilmiah.

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia