Kamis, 27 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dirugikan, Abdurrahman Tegaskan Punya Itikad Baik Ganti Uang Pelapor

Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah

11 Maret 2019, 21: 23: 40 WIB | editor : Haryanto

MELURUSKAN: Abdurrahman (berkopiah) didampingi kuasa hukumnya, Fathul Arif menyampaikan klarifikasi.

MELURUSKAN: Abdurrahman (berkopiah) didampingi kuasa hukumnya, Fathul Arif menyampaikan klarifikasi. (Julian Isna/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN-Karena merasa dirugikan dalam kasus jual beli tanah, Abdurrahman didampingi kuasa hukumnya menyampaikan klarifikasi. Anggota DPRD Bangkalan itu meluruskan beberapa poin penting di hadapan jurnalis, Senin (11/3). 

Abdurrahman mengatakan, tidak benar dirinya dituding mau melakukan penipuan kepada Sarimun Udin. Sebab, anggota Komisi A DPRD Bangkalan itu memiliki itikad baik mengganti uang Sarimun.

Abdurrahman menuturkan, sejak awal, Sarimun telah sepakat membeli tanah di Kecamatan Kwanyar. Karena itu, memberi uang muka atau down payment (DP).

"Awalnya, sudah deal harga Rp 125 ribu per meter dengan luas lahan 17,916 meter persegi. Kemudian dibayarlah DP sebesar Rp 750 juta," ujarnya.

Beberapa waktu kemudian, lanjut Abdurrahman, Sarimun beserta pihak pertambangan datang ke lokasi untuk mengukur. Tapi, Sarimun menginginkan tanah lebih dan di luar kesepakatan awal.

Abdurrahman yang saat itu tidak ikut ke lokasi, menolak memberikan tanah di luar ukuran petok tanah yang telah ditentukan. Sebab, kelebihan tanah tersebut bukan milik Abdurrahman.

Karena keinginannya tidak dipenuhi, Sarimun kemudian batal membeli tanah tersebut. Sarimun meminta uangnya dikembalikan. Abdurrahman berjanji mengembalikan uang Sarimun.

Karena uangnya belum dikembalikan, Sarimun mengutus orangnya dengan nama samaran Jaka. Saat bertemu Abdurrahman, Jaka minta uang Sarimun dilunasi.

"Jaka minta saya kembalikan DP. Saya belum bayar karena saat itu tidak punya uang. Saya tawari bayar Rp 150 juta dulu, dia (Jaka, Red) gak mau. Mintanya Rp 400 juta ditambah surat rumah. Ya saya gak ada," kata Abdurrahman.

Jika uang tidak dikembalikan, Jaka mengancam melapor ke polisi. Tepat tanggal 21 Januari 2019, Abdurrahman resmi dilaporkan ke Polres Bangkalan oleh Sarimun. 

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza dikonfirmasi melalui KBO Satreskrim Iptu M Bahrudi membenarkan laporan tersebut. "Betul memang ada laporan. Kami telah melakukan pemanggilan terhadap Abdurrahman," jelasnya. (Julian Isna)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia