Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Mengenang Taufiqurrahman, Penggagas Status STAIN Menjadi IAIN

Salah Satu Pencetus Konsep Gerbang Salam

11 Maret 2019, 12: 58: 31 WIB | editor : Abdul Basri

BERDUKA: Warga mengantarkan jenazah almarhum Taufiqurrahman ke TPU Al-Ghazali, Jelbudan, Pamekasan, Sabtu (9/3).

BERDUKA: Warga mengantarkan jenazah almarhum Taufiqurrahman ke TPU Al-Ghazali, Jelbudan, Pamekasan, Sabtu (9/3). (ACHMAD MUHLIS FOR RadarMadura.id)

Share this      

Keluarga besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura berduka. Ketua STAIN Pamekasan periode 2012–2016 Dr H Taufiqurrahman meninggal dunia.

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan

ALMARHUM Taufiqurrahman dikebumikan di TPU Al-Ghazali, Jelbudan, Pamekasan, Sabtu sore (9/3). Almarhum merupakan penggagas peralihan status STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura.

”Sebagai teman dan pernah menjadi bawahan almarhum, saya kaget dengan informasi meninggalnya beliau. Sebelum meninggal beliau masih terlihat sehat-sehat saja,” kata Achmad Muhlis, salah seorang dosen IAIN Madura.

Almarhum meninggal di usia 54 tahun karena mengalami sesak napas. Dia sempat dirawat di RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan selama dua jam. Saat itu almarhum masih lancar berkomunikasi dengan istrinya Hj Musawwamah.

”Sebelum duhur beliau masih ke undangan. Setelah duhur katanya mengalami sesak napas dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Almarhum meninggalkan satu istri dan tiga anak,” ucapnya.

Bagi Muhlis, almarhum merupakan sosok pemimpin yang luar biasa, aspiratif, bersih, dan komitmen dalam pengembangan kampus. Almarhum tidak pernah memikirkan kepentingan pribadi. Tenaganya saat itu dicurahkan untuk kepentingan kampus agar menjadi besar.

”Saya salut sama almarhum setiap kali berangkat ke Jakarta untuk menghadiri rapat dinas jarang menggunakan sopir khusus untuk pimpinan saat itu. Alasannya sederhana, tidak mau merepotkan orang lain,” terang Muhlis mengenang.

Selama menjadi pimpinan STAIN Pamekasan (sekarang sudah menjadi IAIN Madura), almarhum selalu berjuang untuk meningkatkan dan mengembangkan kampus yang dipimpinnya. Berbagai inovasi dan terobosan dilakukan.

Di antaranya, pengembangan kelembagaan dengan menambah jumlah program studi (prodi). Semula hanya lima prodi, saat itu sukses menambah menjadi sebelas prodi untuk strata satu (S-1).

”Program pascasarjana juga dibuka pada masa beliau memimpin untuk memberi peluang bagi para sarjana melanjutkan studi ke jenjang strata dua (S-2). Saat itu hanya satu prodi, yakni Pendidikan Islam (PI),” jelas Muhlis.

Almarhum yang diangkat menjadi dosen sejak 1993 juga sukses menerapkan sistem digitalisasi sektor pelayanan. Sebelumnya menggunakan sistem manual yang sudah berlangsung dalam waktu yang relatif lama.

”Sejarah IAIN Madura tidak bisa dilepaskan dari peran besar almarhum saat menjadi pimpinan. Kami yakin beliau orang baik,” tegasnya.

Wakil Rektor (Warek) II IAIN Madura Moh. Zahid menyampaikan, almarhum dikenal sebagai salah satu sosok yang berperan aktif mencetuskan konsep Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam). Gerbang Salam ini kemudian menjadi jargon Kabupaten Pamekasan.

”Di antara amal jariah almarhum juga sebagai konseptor dan pengusul nama Gerbang Salam. Semoga menjadi amal saleh dan pahalanya terus mengalir pada almarhum,” harapnya.

Almarhum Taufiqurrahman menjadi teladan bagi Moh. Zahid dan keluarga besar IAIN Madura. Dia mendoakan almarhum mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah, dan dosa-dosanya dimaafkan serta amal baiknya diterima.

”Semoga seluruh amal jariah almarhum diterima dan menjadi penghapus dosa. Semoga kita bisa meneruskan perjuangan almarhum. Aamiin,” ucap Moh. Zahid.

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia