Senin, 22 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Masuk DPT, Dua WNA Dicoret

Berasal dari Jeddah, Arab Saudi

10 Maret 2019, 14: 49: 36 WIB | editor : Abdul Basri

Masuk DPT, Dua WNA Dicoret

Share this      

Berita Terkait

SAMPANG – Daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Sampang dipastikan ada pengurangan. Sebab, ada warga negara asing (WNA) masuk dalam DPT. Mereka berasal dari Arab Saudi.

Secara keseluruhan ada tujuh WNA di Sampang. Satu orang bernama Nouf Ahmed Y Alqithmi sudah memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Enam orang lainnya hanya memiliki kartu izin tinggal sementara (Kitas). Dua orang yang masuk DPT ialah Nouf Ahmed Y Alqithmi dan Rehan Ahmed Y Alqithmi. Mereka berasal dari Jeddah, Arab Saudi.

Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun mengaku sudah menemui mereka bersama KPU dan dispendukcapil. ”Dipastikan WNA yang masuk DPT sudah ditandai dan dicoret oleh KPU Sampang,” ungkapnya kemarin (9/3).

Ketua Bawaslu Sampang-Insiyatun saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

Ketua Bawaslu Sampang-Insiyatun saat ditemui beberapa waktu yang lalu. (Moh Iqbal/RadarMadura.id)

Perempuan asal Sumenep itu menambahkan, mereka yang masuk DPT tinggal di Desa Meteng, Kecamatan Omben. Sedangkan lima WNA lainnya berasal dari Malaysia, India, dan Bangladesh. Lima orang WNA lain ada di Kecamatan Jrengik, Sreseh, dan Camplong. Bawaslu langsung melakukan tindakan melalui Panwascam Omben untuk melakukan verifikasi faktual.

”Dua orang yang masuk DPT ternyata sudah dua bulan kembali ke Arab Saudi. Ini sudah dipastikan,” tegasnya. Pihaknya sudah ada komunikasi dengan KPU. Setiap ada sesuatu hal dengan DPT, baik dari pengurangan dan perlu diverifikasi ulang, akan langsung ditindaklanjuti.

Komisioner KPU Sampang Divisi Data dan Informasi Addy Imansyah menuturkan, data temuan nama WNA masuk DPT sudah dicoret. Hasil dari verifikasi dilaporkan ke KPU RI melalui KPU Jatim dan dikoordinasikan dengan Bawaslu Sampang. ”Kuat dugaan penyebab nama WNA masuk DPT karena pada proses verifikasi dan coklit yang bersangkutan terdaftar di daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) dengan dasar KK. Apalagi proses coklit tidak ada keterangan kewarganegaraan asing,” jelasnya singkat.

Kepala Dispendukcapil Sampang Ali Wafa mengatakan, pihaknya hanya dikonfirmasi terkait dua WNA masuk DPT. Dari data yang dimiliki, pihaknya mengkroscek bersama KPU dan Bawaslu. ”Selebihnya kewenangan ada di KPU dan Bawaslu,” terangnya.

Mantan kepala Dishub Sampang itu menambahkan, sementara data WNA yang dimiliki tidak ada tambahan. Jika di kemudian hari pihaknya diperlukan pengawas dan pelaksana pemilu akan melakukan tindakan sebagaimana mestinya. ”Kami hanya sebatas memberikan data,” tutupnya.

DPT yang sudah ditetapkan 33.019. Hasil dari pencermatan dan verifikasi 30.582 atau 93 persen memenuhi syarat (MS). Sedangkan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) 2.437 atau tujuh persen. Jumlah pemilih ubah data 2.937 atau sembilan persen.

KPU Sampang mencatat jumlah DPT dan tempat pemungutan suara (TPS) di Sampang ada pengurangan. Itu setelah warga Sampang yang mengungsi di Rusunawa Jemundo, Sidoarjo tercatat tidak lagi memiliki hak pilih di Kota Bahari. Jumlah mereka 224 orang. Sebanyak 102 orang asal Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan 122 asal Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang.

(mr/luq/rul/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia