Jumat, 24 May 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Sita 123,24 Gram Narkoba dari Kernet

09 Maret 2019, 15: 33: 32 WIB | editor : Abdul Basri

KEOK: Pelaku merunduk saat diinterogasi Kapolres Bangkalan AKBP Boby Palu’din Tambunan kemarin.

KEOK: Pelaku merunduk saat diinterogasi Kapolres Bangkalan AKBP Boby Palu’din Tambunan kemarin. (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Agus Widodo, warga Jalan Warakas V, Gang 4, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, harus berurusan dengan polisi. Pemuda 24 tahun itu diduga menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Dia berasal dari Desa Pangpong, Kecamatan Labang. Namun di alamat di KTP-nya tercatat Kelurahan Warakas, Tajunjung Priok, Jakarta Utara. Dia diketahui sebagai kernet truk.

Penangkapan bermula saat MO (inisial) memesan narkoba 123,24 gram kepada Agus. Dia kemudian berkoordinasi dengan bandar asal Pamekasan. Dia lantas mengambil SS kepada bandar.

Agus lalu menelepon MO untuk mengantarkan pesanan ke rumahnya di Kecamatan Labang. Namun, koordinasi mereka diketahui petugas.

Polisi lantas menuju kawasan Kecamatan Labang, tepatnya di depan Pasar Pangpong, Selasa (5/3) sekitar pukul 12.00. Tak lama, Agus melintas menggunakan sepeda motor Yamaha Mio L 5380 WA.

Petugas berhasil menciduk Agus dan beberapa barang bukti. Di antaranya, plastik klip berisi SS 123,24 gram, timbangan digital, hanphone, kanebo, dan bungkus plastik plester kompres demam.

Agus mengaku, barang haram tersebut bukan miliknya. Dia hanya menjadi kurir atau mengambil pesanan MO kepada bandar di Pamekasan. Setiap kali bertransaksi atau menjadi kurir dia mendapat upah Rp 1 juta.

Dia mengakui sudah tiga kali menjadi kurir narkoba. Aksi terakhir tidak berjalan mulus dan diciduk polisi. Sebelumnya, kelaurga besarnya termasuk istrinya tidak tahu bahwa dirinya menjadi kurir. Aksinya terbongkar setelah dia ditangkap polisi. ”Saya menyesal,” ucapnya lirih.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Palu’din Tambunan menyatakan, Agus berperan sebagai kurir. Dia memesan narkoba kepada bandar di pamekasan dan akan dikirim kepada MO. ”Pelaku sudah tiga kali jadi kurir,” terangnya.

Polisi terus melakukan pengembangan untuk menciduk MO selaku pemesan dan bandar asal Pamekasan.”Kita akan buka jaringan di atasnya untuk mengetahui modus operandinya,” janjinya kemarin (8/3).

Akibat perbuatannya, Agus dijerat pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia diancam hukuman pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun. 

(mr/bam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia