alexametrics
Jumat, 26 Feb 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Sarankan Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

02 Maret 2019, 14: 38: 05 WIB | editor : Abdul Basri

DIAMANKAN: Anggota Polres Sumenep mengamankan alat tangkap sarkak yang diserahkan oleh nelayan tradisional Senin (18/2).

DIAMANKAN: Anggota Polres Sumenep mengamankan alat tangkap sarkak yang diserahkan oleh nelayan tradisional Senin (18/2). (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Alat tangkap sarkak menuai pro dan kontra di kalangan nelayan Sumenep. Ada yang menolak keras penggunaan alat tersebut. Namun, ada pula yang minta dilegalkan.

Kasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Nonot Widjajanto mengatakan, secara aturan sarkak memang diperbolehkan. Tapi, penggunaan alat tersebut harus di atas dua mil dari bibir pantai. Jika tidak sampai dua mil, penggunaan sarkak tidak diperbolehkan.

Problemnya, saat ini nelayan Sumenep masih pro-kontra. Ada yang menginginkan agar tetap memakainya di radius yang tidak sampai dua mil. Tapi, ada yang ngotot agar mereka yang menggunakan sarkak ditindak tegas oleh kepolisian.

Karena itu, pihaknya mencari jalan tengah. Yakni, pengguna sarkak mencari alternatif alat yang lebih ramah lingkungan. Hal itu dilakukan guna menghindari konflik berkepanjangan di kalangan sesama nelayan.

”Saran kami sebaiknya nelayan menggunakan alat yang lebih ramah lingkungan,” katanya. ”Penggunaan sarkak tetap boleh. Tapi, harus di atas dua mil,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma. Menurut dia, sebaiknya nelayan berpikir tentang masa depan laut. Jika nelayan mengedepankan kepentingan sesaat, laut Sumenep akan rusak.

”Kita berpikirnya kan bukan hanya untuk diri kita sendiri. Ada anak cucu kita yang harus juga mengonsumsi ikan. Kalau laut kita rusak, lalu anak cucu kita mau dapat ikan dari mana,” kata Herman.

Dia juga meminta aparat kepolisian, khususnya Satpolair Polres Sumenep, meningkatkan patroli laut. Para nelayan yang merusak laut harus ditindak tegas. ”Kalau memang menggunakan sarkak di zona terlarang, ya harus ditindak tegas,” sarannya.

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news