Kamis, 17 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Satu TPS Bakal Dijaga 56 Saksi

Se-Pamekasan Butuh 175.560 Orang

02 Maret 2019, 11: 39: 42 WIB | editor : Abdul Basri

Satu TPS Bakal Dijaga 56 Saksi

Share this      

PAMEKASAN – Penyelenggara pemilu benar-benar tidak ingin ada sedikit pun kecurangan pada pemilu mendatang. Pengawasan saksi diperkuat. Pemilu 17 April mendatang bakal diawasi 175.560 saksi di Pamekasan.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, tiap kontestan diamanahkan menugaskan satu saksi untuk masing-masing TPS. Bawaslu melayangkan surat kepada seluruh kontestan pemilu agar segera menyetor nama-nama saksi. Di antaranya, calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD) 38 kontestan.

Kemudian, tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden serta 16 partai politik (parpol). Jika diakumulasi, satu TPS akan dilengkapi dengan 56 saksi. ”Amanah aturan pemilu begitu,” katanya kemarin (1/3).

Saidi menyampaikan, sebelum pencoblosan, saksi akan diberi pembinaan teknis (bimtek) mengenai tugas yang harus dikerjakan di lapangan. Sampai sekarang belum ada kontestan pemilu yang menyetor nama-nama saksi yang ditugaskan. Bawaslu memberi waktu hingga pertengahan Maret.

Kemudian, akan dilanjutkan dengan bimtek. Jika seluruh kontestan pemilu mengirimkan satu orang saksi untuk masing-masing TPS, jumlahnya akan membeludak. Total TPS di Pamekasan sebanyak 3.135. Jika tiap TPS ada 56 saksi, total keseluruhan mencapai 175.560 orang.

Bawaslu akan mengatur teknis di lapangan. Harapannya, saksi tersebut tidak sampai mengganggu proses pencoblosan. ”Kami menjalankan amanah yang tertuang dalam aturan pemilu,” katanya.

Saidi menyampaikan, pada prinsipnya, semakin banyak saksi di TPS akan semakin baik. Pesta demokrasi diyakini akan berjalan lancar sesuai harapan bersama tanpa adanya kecurangan.

Ketua DPD PAN Pamekasan Heru Budi Prayitno menyambut baik kebijakan penyelenggara pemilu itu. Semakin banyak saksi, diyakini pergelaran pesta demokrasi itu akan semakin baik.

Mengingat, pemilu raya ini akan digelar untuk lima pemilihan. Yakni, DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR RI, dan DPD. Kemudian, pemilihan presiden dan wakil presiden. ”Penghitungannya bisa sampai malam hari,” katanya.

Selain dari internal partai, Bawaslu harus memberi bimbingan secara optimal terhadap saksi itu. Harapannya, saksi yang bertugas di TPS tersebut efektif dalam menjalankan tugas. Khususnya, menjaga hal yang tidak diinginkan seperti kecurangan.

Meski demikian, hingga saat ini PAN juga mengirimkan daftar nama-nama saksi. Partai ini masih mengumpulkan nama yang akan ditugaskan. Pekan depan akan disetor. Sebab, surat permohonan dari Bawaslu diterima Selasa (26/2).

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia