Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Rem Blong, Operator Tewas Tertimpa Alat Berat

02 Maret 2019, 11: 35: 32 WIB | editor : Abdul Basri

TURUT BERDUKA: Warga dan anggota Polsek Banyuates mengangkat mayat korban ke mobil patrol untuk dibawa ke puskesmas.

TURUT BERDUKA: Warga dan anggota Polsek Banyuates mengangkat mayat korban ke mobil patrol untuk dibawa ke puskesmas. (ZAINAL ABIDIN FOR RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Seorang operator alat berat meninggal dunia di lokasi galian C di Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Sampang, Kamis (28/2) pukul 17.30. Penyebabnya, rem alat berat yang dikemudikan Hariyono, 28, warga Dusun Diya’an, Desa Temoran, Kecamatan Omben, tidak berfungsi alias blong.

Kapolsek Banyuates Iptu Sukadi membenarkan Hariyono mengalami kecelakaan di lokasi galian C dan meninggal dunia. Menurut dia, korban meninggal akibat kecelakaan sendiri. Korban menjalankan wales dari atas menuju lokasi penambangan.

Di tengah perjalanan yang menurun, rem alat berat yang digunakan tidak berfungsi. Korban hendak membanting setir ke kanan. Namun, upaya tersebut justru membuatnya masuk ke jurang sedalam sekitar tiga meter.

Saat itulah korban tertimpa alat beratnya sendiri. ”Kami sampai di lokasi dalam keadaan korban sudah ditutup kain sarung, sudah terpisah dari alat beratnya,” ujarnya.

Akibat kecelakaan itu, Hariyono mengembuskan napas terakhir di tempat kejadian perkara (TKP). Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuates. ”Korban mengeluarkan darah dari telinga dan mulut, tangan kanan patah, dan luka di bagian kepala,” ujarnya.

Selanjutnya, jenazah korban dijemput keluarganya dan dibawa ke rumah duka di Kecamatan Omben. Kemudian, pihaknya memeriksa sejumlah saksi di lokasi tersebut. ”Saksi di lokasi menyampaikan bahwa itu merupakan kecelakaan sendiri. Sementara, tidak ada tanda-tanda kriminalisasi yang kami temukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Namli selaku pemilik galian C mengatakan, operator alat berat wales itu bukan pekerjanya. Menurut dia, alat berat tersebut melaksanakan pekerjaan yang lokasinya berada di atas lokasi galian C-nya. Kemudian, oleh operator, alat berat tersebut mau dibawa pulang.

Sesampainya di lokasi galian C milik Namli, rem tidak berfungsi sehingga terjadi kecelakaan dan menyebabkan Hariyono meninggal. ”Dia mengerjakan proyek lain yang lokasinya berada di atas lokasi galian C milik saya,” jelas Namli.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia