Sabtu, 19 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Kumpulkan 29 Kepala Pasar Tradisional

Desak Tingkatkan PAD

27 Februari 2019, 14: 54: 43 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Kepala pasar tradisional saat mengikuti rapat evaluasi di aula Bapenda Bangkalan kemarin.

SERIUS: Kepala pasar tradisional saat mengikuti rapat evaluasi di aula Bapenda Bangkalan kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan mengumpulkan 29 kepala pasar tradisional kemarin (26/2). Mereka diarahkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kabid Pengembangan dan Pengendalian Pendapatan Daerah Bapenda Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti menyampaikan, kepala pasar diminta memaparkan terobosan untuk meningkatkan kontribusi bagi daerah. ”Butuh renovasi atau seperti apa. Intinya untuk mendongkrak PAD pasar tradisional. Kami evaluasi. Diberi arahan untuk terus berinovasi,” ungkap dia.

Potensi yang ada di pasar bisa diangkat dan dimanfaatkan, misal sisa lahan dan kios yang tidak terpakai. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, Yeni menyebutkan jika masih banyak kios dan los pasar yang rusak. Kemudian, kurangnya pemanfaatan pengelolaan parkir pasar.

Menurut dia, mayoritas pasar tradisional belum mengelola parkir sendiri. Jika dimanfaatkan, nantinya juga ada pemasukan dari parkir selain dari retribusi atau sewa kios dan los pasar.

”Parkir belum ada portalnya. Masih dikelola masyarakat. Nanti bisa dikelola seperti di Pasar Ki Lemah Duwur,” kata Yeni.

Sementara itu, Kepala Disdag Bangkalan Budi Utomo mengatakan, kepala pasar harus mencari potensi baru untuk meningkatkan pendapatan. Dengan catatan, tidak boleh menaikkan retribusi atau biaya sewa.

Pasar-pasar tradisional mulai saat ini harus mencari potensi pendapatan baru. Untuk persiapan kenaikan target tahun-tahun berikutnya. Menurut Budi, potensi baru itu akan menambah income dari pasar tersebut. Mengingat tahun 2020 rencananya target PAD pasar tradisional akan dinaikkan.

”Sudah menjadi ketentuan, makanya dari sekarang kami mulai petakan potensi baru di setiap pasar,” terangnya. 

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia