alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Hadiri Silaturahmi, Prabowo Disambut Ratusan Ribu Warga

27 Februari 2019, 12: 20: 58 WIB | editor : Abdul Basri

AKRAB: Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) Pamekasan RKH M. Tohir Abd. Hamid memberikan kenang-kenangan kepada Prabowo Subianto kemarin.

AKRAB: Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) Pamekasan RKH M. Tohir Abd. Hamid memberikan kenang-kenangan kepada Prabowo Subianto kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Ratusan ribu warga tumpah ruah di halaman Madrasah Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) Pamekasan kemarin (26/2). Mereka mengikuti silaturahmi dan doa kebangsaan yang dihadiri calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Kedatangan Prabowo disambut ribuan konvoi sepeda motor dari depan SMAN 3 Pamekasan menuju Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba). Sebelumnya, dia menghadiri silaturahmi dengan ulama dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren Assadad di Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep.

Setelah itu, dia bergeser ke Kota Gerbang Salam dengan menaiki helikopter dan lending di lapangan SMAN 3 Pamekasan. Sepanjang jalan masyarakat menyambut kedatangan Prabowo dengan melambaikan tangan. Prabowo juga membalas dengan lambaian tangan.

MEMBELUDAK: Prabowo Subianto menyalami masyarakat di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (MUBA) Pamekasan kemarin.

MEMBELUDAK: Prabowo Subianto menyalami masyarakat di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (MUBA) Pamekasan kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Tiba di Ponpes Bata-Bata, dia disambut ratusan kiai dan ulama. Prabowo juga menyempatkan sowan kepada Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) RKH. Abd. Hamid. Setelah itu, dia bergeser ke lapangan madrasah untuk mengikuti doa kebangsaan.

”Kami ke sini bersilaturahmi dan meminta doa kiai-kiai. Jadi, bukan kampanye. Karena itu, kami berterima kasih kepada kiai dan habaib atas sambutan yang luar biasa ini,” kata Prabowo.

Dalam doa kebangsaan itu, Prabowo menginginkan masyarakat Indonesia sejahtera dan gembira. Ibu-ibu tidak menangis karena kekurangan belanja. Bapak-bapak juga bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

”Bangsa Indonesia harus berdiri tegak di atas kaki sendiri. Sebelum saya dipanggil oleh Allah, saya ingin melihat itu yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia” katanya.

Kepada ratusan ribu warga yang hadir, Prabowo menyampaikan jika sisa hidupnya akan diwakafkan untuk bangsa dan negara. ”Saya berdoa kepada Allah untuk diberi kesempatan berbakti kepada rakyat, bangsa, dan negara,” terangnya.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan kekagumannya kepada orang Madura. Orang Madura dikenal dengan pekerja keras, militan, dan setia. Hal itu diketahui saat menjadi komandan komando pasukan khusus (Kopassus). ”Terima kasih kepada masyarakat Madura yang luar biasa,” terangnya.

Dewan A’wan Ponpes Muba RKH M. Tohir Abd. Hamid mengucapkan terima kasih kepada Prabowo yang hadir pada kesempatan tersebut. Begitu juga kepada kiai, ulama, habaib, dan masyarakat. ”Ini bukan kampanye. Tapi, silaturhami dan doa bersama untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” terangnya.

Pada akhir acara, Prabowo mendapatkan cenderamata sebagai sahabat Bata-Bata dari RKH M. Tohir Abd. Hamid.

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia