Kamis, 17 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Pengumuman Kelulusan PPPK Awal Maret

BKPSDA Tunggu Petunjuk Pemerintah Pusat

25 Februari 2019, 13: 55: 12 WIB | editor : Abdul Basri

BERHARAP LOLOS: Peserta seleksi PPPK mengerjakan soal dengan sistem CAT di salah satu ruang SMAN 2 Bangkalan kemarin.

BERHARAP LOLOS: Peserta seleksi PPPK mengerjakan soal dengan sistem CAT di salah satu ruang SMAN 2 Bangkalan kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berakhir kemarin (24/2). Meski begitu, peserta belum bisa bernapas lega. Sebab, belum ada pengumuman kelulusan bagi mereka.

Nilai ambang batas untuk kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural minimal 65. Sementara nilai kompetensi teknis paling rendah 42. Itu berdasarkan pasal 7 ayat 1 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN-RB) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian. Sementara berdasarkan pasal 7 ayat 2, nilai ambang batas untuk wawancara berbasis komputer paling rendah 15.

Anehnya, Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan Moh. Gufron tidak tahu-menahu perihal ambang batas seleksi PPPK yang menggunakan sistem computer assisted test (CAT) itu. Dia berdalih, lembaganya belum menerima petunjuk kelulusan dari pemerintah pusat terkait nilai minimum yang harus dikumpulkan peserta.

”Belum turun secara pasti, peserta banyak tahu hanya dari media sosial. Iya kalau benar, itu kan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kelitnya kemarin (24/2).

Disinggung perihal adanya ambang batas dalam Permen PAN-RB 4/2019, Gufron enggan memberikan tanggapan secara detail. ”Secara resmi Permen PAN-RB belum sampai ke daerah, jadi itu hanya isu bagi kita,” dalihnya.

Menurut dia, Permen PAN-RB 4/2019 belum bisa dijadikan parameter kelulusan. ”Seperti CPNS yang kemarin (2018) kan turun nilai ambang batasnya,” ujarnya.

Gufron mengimbau peserta tidak mudah percaya terhadap informasi yang berkembang di masyarakat. Peserta diminta sabar menunggu pengumuman yang rencananya 1 Maret mendatang. ”Yang di luaran kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang peserta seleksi PPPK Siti Sofiatun berharap bisa menjadi PPPK. ”Saya dari 2003 sampai sekarang dibayar Rp 100 ribu,” ungkap dia.

Perempuan berusia 40 tahun itu optimistis diterima menjadi PPPK. Sebab, nilai kumulatif kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural 66. ”Saya dengar selentingan kalau yang di atas 65 katanya terjaring,” ucap perempuan yang mengajar di TK PGRI 1 Buluh, Kecamatan Socah itu.

Untuk diketahui, peserta yang ikut seleksi PPPK 975 orang. Terdiri dari 785 formasi guru, 36 penyuluh pertanian, dan 154 tenaga kesehatan. Seleksi dilakukan di SMAN 2 dan SMKN 2 Bangkalan dari Sabtu hingga kemarin (23–24/2). (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia