Kamis, 17 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Ringkus Lima Pengedar Sabu-Sabu

Polres Masih Kesulitan Sentuh Bandar

25 Februari 2019, 13: 39: 54 WIB | editor : Abdul Basri

Ringkus Lima Pengedar Sabu-Sabu

Share this      

SAMPANG – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu (SS) di Kota Bahari masih marak. Selama empat hari, Tim Opsnal Satreskoba Polres Sampang berhasil mengungkap tiga kasus narkoba dan menangkap lima pengedar.

Pertama polisi menangkap Ridho Ilahi, 33, warga Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Selasa (19/2). Saat digeledah, polisi menemukan SS seberat 0,89 gram yang dibungkus plastik klip.

Selanjutnya, Rabu (20/2) polisi menangkap Imron, 34, warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates. Saat itu, dia kedapatan membawa SS 0,40 gram yang disembunyikan dalam kantong bajunya.

Dua hari setelah Imron ditangkap, polisi berhasil meringkus Mudakir, 43, dan Romli, 31, yang tinggal di satu desa dengan Imron. Mereka diduga kuat menjadi perantara dalam transaksi jual beli narkoba.

Jumat (22/2) polisi juga meringkus Ach. Surrin, 35, warga Desa Madulang, Kecamatan Omben. Dia juga menjadi perantara dalam jual beli SS. Saat ditangkap, polisi menemukan SS 0,83 gram yang dibungkus plastik bening.

”Kelimanya pengedar dan pemakai. Ada yang jadi perantara, kami tangkap juga,” ungkap Kasatnarkoba Polres Sampang AKP Arief Kurniady mewakili Kapolres AKBP Budi Wardiman kemarin (24/2).

Tersangka yang ditangkap berstatus pemakai dan pengedar. Budi mengaku kesulitan untuk mengungkap dan menangkap bandar besar yang ada di Kabupaten Sampang.

”Bandar menggunakan sistem jaringan terputus, itu kesulitan kami. Sudah beberapa kali saya gerebek rumah yang diduga bandar, setelah digeledah tidak ada barang buktinya,” ujarnya.

Menurut Budi, dua tersangka yang menjadi perantara transaksi jual beli narkoba diancam pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 sub pasal 127 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara ketiga tersangka lainnya diancam pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009.

”Narkoba musuh kita bersama. Maka dari itu, bantuan masyarakat sangat penting untuk kelancaran tugas kami,” katanya.

Ketua MUI Sampang KH Bukhori Maksum terus mendesak supaya aparat kepolisian lebih serius dalam mengungkap kasus narkoba di Kabupaten Sampang. Narkoba telah nyata merusak generasi muda.

”Moral bangsa ini salah satunya dirusak oleh narkoba, mari bersama hindari dan musuhi narkoba,” ajaknya. 

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia