Kamis, 21 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Sastra & Budaya

Dua Wartawan Madura Baca Puisi di Balai Pemuda

24 Februari 2019, 21: 50: 35 WIB | editor : Abdul Basri

MADURA DI SURABAYA: Lukman Hakim AG membacakan puisi berbahasa Madura dalam acara Wartawan Penyair Baca Puisi di Balai Pemuda Surabaya, Selasa malam (19/2).

MADURA DI SURABAYA: Lukman Hakim AG membacakan puisi berbahasa Madura dalam acara Wartawan Penyair Baca Puisi di Balai Pemuda Surabaya, Selasa malam (19/2). (RadarMadura.id)

SURABAYA – Banyak cara untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Seperti yang dilakukan belasan wartawan pada Selasa malam (19/2). Bertempat di Balai Pemuda Surabaya, belasan pekerja pers tersebut membacakan sajak dalam acara bertajuk Wartawan Penyair Baca Puisi. Dua di antaranya berasal dari Madura.

Keempat belas penyair berprofesi wartawan tersebut adalah Amang Mawardi (Surabaya), Sirikit Syah (Surabaya), Toto Sonata (Surabaya), Leres Budi Santoso (Sidoarjo), R. Giryadi (Sidoarjo), Rusdi Zaki (Sidoarjo), Lukman Hakim A.G (Sumenep), Samsudin Adlawi (Banyuwangi), F. Aziz Manna (Sidoarjo), Dyah Ayu Setyorini (Sidoarjo), Ibnu Hajar (Sumenep), Widodo Basuki (Sidoarjo), Jil P. Kalaran (Solo), Ribut Wijoto (Sidoarjo).

Namun, Sirikit Syah dan R. Giryadi berhalangan hadir. Lukman Hakim A.G merupakan koordinator liputan (Korlip) Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Sedangkan Ibnu Hajar pemimpin redaksi (Pemred) Radio Nada FM Sumenep.

SAJAK CINTA: Pemred Radio Nada FM Sumenep Ibnu Hajar membacakan puisinya di acara Wartawan Penyair Baca Puisi di Balai Pemuda Surabaya, Selasa malam (19/2).

SAJAK CINTA: Pemred Radio Nada FM Sumenep Ibnu Hajar membacakan puisinya di acara Wartawan Penyair Baca Puisi di Balai Pemuda Surabaya, Selasa malam (19/2). (LUKMAN HAKIM AG./RadarMadura.id)

Karya belasan penyair tersebut dibukukan dengan judul Namaku Hoaks; Sekumpulan Puisi Wartawan. Namaku Hoaks diambil dari judul puisi Samsudin Adlawi, direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Malam itu Lukman membacakan puisi berbahasa Indonesia dan bahasa Madura yang ada dalam buku tersebut. Puisi bahasa Indonesianya berjudul Gambar Caleg. Sementara puisi bahasa Maduranya Jaman Maju, Jaman Adhu. Sedangkan Ibnu Hajar membaca puisinya yang berjudul Surat Cinta yang Tak Tuntas. Selain Lukman, Widodo Basuki juga membacakan puisi bahasa daerah, Jawa.

”Meski tempat acara ini di Surabaya dan yang hadir bukan orang Madura, saya tetap membacakan puisi berbahasa Madura. Saya ingin menunjukkan bahasa sastra tulis Madura ada dan sekarang digandrungi banyak pemuda Madura,” kata Lukman sebelum baca puisi.

”Desember 2017, Jawa Pos Radar Madura menerbitkan buku cerpen berbahasa Madura. Dua puluh dari 21 penulis 63 cerpen tersebut kelahiran 1980–2000. Ini bukti generasi muda Madura peduli bahasa daerahnya,” sambung pria asal Sumenep itu.

Wartawan Penyair Baca Puisi ini merupakan rangkaian Bengkel Sastra, salah satu agenda sastra bulanan Bengkel Muda Surabaya (BMS). Bengkel Sastra Maret 2019 pentas baca puisi dan monolog sastrawan/dramawan. ”April 2019 pentas sastra Panggil Aku Kartini Saja (naskah Leres Budi Santoso berdasar novel Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer,” terang Ketua Umum BMS Heroe Budiarto. 

(mr/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia