Selasa, 23 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Istri Melahirkan, Suami Ditangkap Polisi

23 Februari 2019, 11: 43: 28 WIB | editor : Abdul Basri

TEGA: Polisi memeriksa Sahrulloh di Mapolsek Tanah Merah, Bangkalan, kemarin.

TEGA: Polisi memeriksa Sahrulloh di Mapolsek Tanah Merah, Bangkalan, kemarin. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Sahrulloh, warga Desa Landak, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, tidak bisa melihat momen bahagia kelahiran putri pertamanya. Pasalnya, saat sang istri melahirkan, dia justru ditangkap polisi. Penyebabnya, pria 21 tahun itu tega menganiaya istrinya sendiri, Maisaroh.

Ceritanya, Selasa malam (20/2), Sahrulloh cekcok dengan Maisaroh di rumahnya. Perempuan itu menuding suaminya selingkuh. Malam itu, Sahrulloh menyuruh istrinya pulang ke rumah orang tuanya di Desa Kwanyar Barat, Kecamatan kwanyar.

Lantaran sudah malam, Maisaroh tidak berani pulang menuju rumah orang tuanya. Sahrulloh kemudian meminta telepon seluler (ponsel) milik istrinya. Lalu, berangkat ke Surabaya menuju tempat hiburan malam.

Keesokan harinya sekitar pukul 04.00, Sahrulloh tiba di rumahnya dalam kondisi terpengaruh alkohol. Istrinya menanyakan keberadaan ponselnya. Namun, oleh pelaku ponsel tersebut dijawab sudah tidak ada.

Kesal lantaran istrinya yang sedang hamil sembilan bulan itu menanyakan ponsel, Sahsulloh naik pitam. Kemudian, membabi buta melakukan penganiayaan kepada istrinya. Dia menampar, memukul, menendang berkali-kali. Bahkan, dia membacok pundak kiri korban dengan pisau.

Akibat penganiayaan, korban mengalami luka memar di pipi kanan-kiri, memar mata kanan, dan memar lengan kiri-kanan. Selain itu, memar di punggung dan telapak kaki kanan. Korban juga menderita luka robek pundak kiri akibat sabetan pisau. Akibatnya, korban harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tanah Merah.

Atas kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korban melapor polisi didampingi kepala desa (Kades). Polisi lantas menerbitkan laporan polisi LP/03/II/2019/JTM/Res.Bkl/Sek.Tanah Merah tanggal 20 Pebruari  2019, dan mulai melakukan penyelidikan.

Sekitar pukul 17.00, polisi berhasil mengamankan pelaku. Lalu, dia dikeler menuju Mapolsek Tanah Merah. Kepada petugas, Sahrulloh mengaku kalap mata melakukan KDRT kepada istrinya.

Dia kesal lantaran dituduh selingkuh. Pelaku nekat melakukan penganiayaan karena terpengaruh alkohol. Selang satu jam penangkapan, Maisaroh melahirkan anak pertamanya di Puskesmas Tanah Merah.

Kepala Puskesmas Tanah Merah Muhammad Syukron mendapat informasi dari bidan jika ada korban penganiayaan lalu melahirkan. Pihaknya memerintah tim medis segera melakukan pelayanan medis. Proses persalinan korban normal dan lancar. Kondisi ibu dan anak pun sehat. ”Konisinya baik, dia melahirkan seorang anak perempuan,” terang Syukron.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso mengatakan, berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan, pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Akibat perbuatannya, Sahrulloh dijerat pasal 44 ayat (2) UU 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Sahrulloh diancam hukuman pidana penjara lima tahun. ”Pelaku sudah kami tahan di Polsek Tanah Merah,” tandasnya.

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia