Selasa, 23 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Waspada, Banjir Rob Ancam Pesisir Pantai

18 Februari 2019, 00: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

MASIH TENANG: Perairan Kalianget surut di siang hari kemarin.

MASIH TENANG: Perairan Kalianget surut di siang hari kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Warga yang tinggal di pesisir pantai perlu waspada. Dalam beberapa hari ke depan, air laut diperkirakan naik sekitar 120 cm. Kondisi ini berpotensi memicu banjir rob. Khususnya di daerah pesisir yang tanahnya lebih rendah dari permukaan laut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak  II Surabaya telah merilis perkiraan pasang surut perairan Kalianget selama Februari 2018. Berdasarkan rilis tersebut, mulai 15–21 Februari pasang gelombang diperkirakan mencapai 100–120 cm atau setara 1,2 meter.

Kepala Stasiun BMKG Kalianget Usman Khalid mengatakan, air laut pasang biasanya terjadi di malam hari. Sesuai prediksi BMKG, pasang gelombang diperkirakan terjadi mulai pukul 19.00 hingga pukul 23.00.

Kemudian kembali surut mulai dini hari hingga pagi hari. ”Pagi hingga siang surut sampai minus 90 cm,” kata Usman Khalid kepada RadarMadura.id.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi. Menurutnya, dalam beberapa hari ke depan pasang air laut diprediksi cukup tinggi. Terlebih saat ini menjelang bulan purnama penuh (full moon).

”Biasanya saat bulan purnama penuh air laut pasang. Tapi saat bulan bergeser ke barat, air laut surut kembali,” jelasnya.

Ada beberapa daerah yang berpotensi terkena imbas banjir rob. Yakni, di Desa Kertasada dan Marengan Laok, Kecamatan Kalianget. Setiap tahun di dua desa tersebut nyaris selalu mengalami banjir rob.

Penyebabnya, kondisi tanah cukup rendah dibanding permukaan laut. Selain itu, rumah-rumah warga dibangun di dataran yang cukup rendah. Saat pasang, air laut bisa masuk ke rumah-rumah warga. ”Tahun lalu tinggi air sampai selutut orang dewasa,” jelas Rahman.

Pihaknya meminta warga waspada. Dia berharap dalam beberapa hari ke depan tidak terjadi hujan deras. ”Semoga tidak terjadi banjir rob. Kita doakan yang terbaik untuk masyarakat,” tukas Rahman. 

(mr/mam/hud/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia