Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Kali Konsumsi Sabu, Kepala Dusun di Sumenep Disergap Polisi

17 Februari 2019, 15: 12: 49 WIB | editor : Haryanto

TAK BERKUTIK: Empat tersangka saat diamankan polisi.

TAK BERKUTIK: Empat tersangka saat diamankan polisi. (Ripka M Joko Mardian for RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP - Jika di Pamekasan ada kepala dusun dilaporkan menganiaya warganya, di Sumenep beda cerita. Zainudin, warga Guluk Guluk disergap polisi saat konsumsi sabu sabu (SS). Kepala Dusun Tanodung Daya itu diciduk bersama tiga rekannya.

Informasi yang dihimpun RadarMadura.id, ketiga pengguna SS lainnya adalah Wakid (42), Desa Bragung, Kecamatan Guluk Guluk. Lalu Hairul Anam (41) dan Abdullah (44). Dua nama terakhir tercatat sebagai warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan.

Kasus ini terungkap, setelah tim opsnal satresnarkoba menerima informasi. Konon, ada pesta narkoba jenis SS di Desa Bragung. Setelah menyelidiki secara intensif, dilakukan penggerebekan. "Penangkapan hari Sabtu (16/2) sekitar pukul 13.00," ujar Kasatresnarkoba AKP Sutrisno.

BUKTI PENGUAT: Sederet BB diamankan polisi dari tersangka.

BUKTI PENGUAT: Sederet BB diamankan polisi dari tersangka. (Humas Polres Sumenep for RadarMadura.id)

Menurut Sutrisno, saat diperiksa polisi, Zainudin mengaku baru dua kali mengkonsumsi SS. Semula, Zainudin berniat hendak meminjam uang ke Wakid. Tapi, malah diajak konsumsi SS bersama dua tamu lain yakni Hairul Anam dan Abdullah.

"Pengakuan Zainudin, untuk bisa menikmati SS tidak mengeluarkan duit sama sekali. Sebab, yang membeli SS itu Wakid. Konon, Wakid membeli SS dari salah seorang kenalannya di Pamekasan. Wakid beli SS di Pakong seharga Rp 2 juta," imbuhnya.

Kasubbaghumas AKP Mohammad Heri mewakili Kapolres Sumenep AKBP Muslimin mengaku menyita beberapa barang bukti (BB). Rinciannya, lima poket klip berisi SS dengan berat kotor masing-masing sekitar 0,24 gram, 0,28 gram, 0,32 gram, 0,36 gram dan 0,40 gram.

Polisi juga menyita seperangkat alat hisap terdiri dari satu bong terbuat dari botol plastik. Lalu satu pipet kaca yang di dalamnya terdapat sisa sabu dan satu sendok. Termasuk korek api. "Ke empat tersangka dijerat UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tegasnya. (Ubay Shabaro)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia