Kamis, 21 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Tidak Terawat dan Banyak Fasilitas Rusak

Temuan Sidak Pasar Anom Blok A Lantai II

14 Februari 2019, 00: 23: 40 WIB | editor : Abdul Basri

TERKESAN SIA-SIA: Pasar Anom Blok A, lantai II, disidak komisi II kemarin.

TERKESAN SIA-SIA: Pasar Anom Blok A, lantai II, disidak komisi II kemarin. (DAFIR/RadarMadura.id)

SUMENEP – Rombongan Komisi II DPRD Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Anom Blok A kemarin (13/2). Banyak stan atau kios yang hingga kini tidak ditempati pedagang. BPRS Bhakti Sumekar sebagai pengelola diminta bertanggung jawab.

Pantauan RadarMadura.id, tidak ada satu pun pedagang yang menempati stan atau kios di lantai II. Selain itu, banyak fasilitas yang mulai rusak. Antara lain, rolling door lepas. Kondisi laintainya juga sangat kotor. Di sejumlah kios ada tulisan nama yang mirip nama anggota dewan.        

Ketua Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam mengutarakan, stan atau kios di lantai II tidak kunjung ditempati. Karena itu, BPRS Bhakti Sumekar sebagai pengelola harus mencari solusi. ”Kami berharap kepada pengelola Pasar Anom Blok A, ini bisa dimaksimalkan,” kata dia kemarin.

Menurut Oyok, panggilan Nurus Salam, semestinya pihak pengelola memikirkan cara agar para pedagang berminat. Misalnya, dibuatkan parkir kendaraan roda di lantai II. ”Kalau begitu para pengunjung bisa mampir. Kalau tetap begini, ya sepi peminat,” ucapnya.

Berkenaan dengan nama-nama yang mirip anggota dewan yang tertulis di rolling door, Oyok tidak ingin berspekulasi. Menurut dia, belum ada bukti itu nama anggota dewan. ”Pokoknya belum bisa dibuktikan. Kalaupun ada, bisa saja dibeli atau disewa,” terangnya.

Sementara itu, pelaksana UPTD pasar se-Sumenep As’ari mengatakan, untuk pengelolaan Pasar Anom Blok A, itu kewenangan BPRS Bhakti Sumekar. Termasuk perihal kebersihan, keamanan, dan pendaftaran. ”Beberap pedagang yang ada di lingkaran itu mau dimasukkan ke lantai II. Tapi, para pedagang kurang setuju,” katanya.

Di tempat terpisah, Direktur Utama (Dirut) BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko memilih irit bicara. Bahkan, dia meminta stan atau kios dibeli oleh wakil rakyat. ”No comment. Suruh beli saja dewan atau nyicil ke BPRS,” ucapnya singkat.

(mr/daf/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia