Kamis, 24 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment
Madura United 1-1 Indonesia U-22

Butuh Injury Time untuk Imbangi Madura

13 Februari 2019, 01: 03: 10 WIB | editor : Abdul Basri

CEPAT: Winger Madura United Andik Vermansah mendapat kawalan pemain Timnas Indonesia U-22 dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bangkalan kemarin.

CEPAT: Winger Madura United Andik Vermansah mendapat kawalan pemain Timnas Indonesia U-22 dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bangkalan kemarin. (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Stadion Gelora Bangkalan kembali ”hidup” kemarin (12/2). Ribuan penonton memadati tribun stadion kebanggaan masyarakat Kota Salak untuk menyaksikan laga antara Madura United dengan Timnas Indonesia U-22. Maklum, sudah lama tidak ada pertandingan besar yang digelar di sana.

Laga tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1. Timnas Indonesia U-22 tertinggal terlebih dahulu. Gol Laskar Sape Kerrap tercipta melalui heading Slamet Nurcahyo di menit ke-40. Dia berhasil memanfaatkan crossing Andik Vermansah dari sisi kiri pertahanan Timnas U-22

Tim Garuda Muda baru bisa menyamakan kedudukan pada masa injury time melalui gol striker Timnas U-22 Marinus Warnewar pada menit ke-91. Dia memanfaatkan kemelut bola di depan gawang Madura United. Skor tersebut mengulang laga uji coba Timnas U-22 dengan Arema beberapa hari lalu.

Usai laga, Indra Sjafri mengatakan, permainan anak asuhnya sudah lebih baik ketimbang uji coba sebelumnya. Dia juga menghaturkan terima kasih karena Madura United sudi menerima ajakan uji coba sebelum tampil pada Piala AFF di Kamboja. ”Kami melakukan uji coba ini untuk mencari format terbaik sebelum bertolak ke Kamboja,” ujar mantan pelatih Bali United tersebut.

Timnas U-22 cukup kesulitan untuk menembus pertahanan Madura United sepanjang laga. Hal itu disadari oleh Sjafri. Hal itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan. ”Kami mendapat banyak pelajaran berharga kali ini. Semoga bisa membuat anak-anak semakin semangat,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Madura United Dejan Antonic merasa timnya kecolongan di menit-menit akhir. Menurut dia, gol tersebut mestinya tak perlu terjadi. ”Saya selalu berpikir tentang gol terakhir itu, itu tidak boleh terjadi dan salah, karena kita besar,” ujar Dejan.

Meski hasilnya kurang memuaskan, Dejan mengatakan jika laga ini sangat positif. Setelah laga ini, Madura United harus segera melakukan evaluasi. ”Kita baru 25 hari latihan. Sedangkan mereka sudah dua bulan berkumpul, itu perlu dicatat,” jelas pelatih asal Serbia itu.

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia