Senin, 27 May 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Penerapan BPNT Mulai Triwulan Dua

Penerima 93.575 KPM

13 Februari 2019, 04: 35: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Penerapan BPNT Mulai Triwulan Dua

BANGKALAN – Penerapan penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) di Bangkalan mulai menemukan titik terang. Rencananya, penyaluran bantuan sosial (bansos) yang semula dikenal dengan beras sejahtera (rastra) itu akan direalisasikan triwulan dua tahun ini. Yakni, antara bulan April atau Mei.

Data Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan menyebutkan, penerima bantuan program tersebut ada 93.575 keluarga penerima manfaat (KPM). Saat ini petugas tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) bersama pemerintah kecamatan masih melakukan proses verifikasi dan evaluasi data penerima.

Itu dilakukan untuk memastikan data penerima bansos. Dengan demikian, jika ada yang meninggal bisa langsung diketahui. Nantinya bisa dialihkan pada ahli waris atau masyarakat yang lebih membutuhkan.

Setiap KPM akan diberi kartu seperti anjungan tunai mandiri (ATM) dari bank penyalur. Kartu itu bisa digunakan untuk mengambil sembako berupa beras dan telur di setiap warung elektronik (e-warung).

”Di Bangkalan rencananya akan disediakan sebanyak 470 e-warung. Setiap 250 KPM akan disediakan satu e-warung,” kata Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Bangkalan Didik Yanuardi kemarin (12/2).

Jika dalam satu desa terdapat 400 KPM, dimungkinkan akan disediakan 2 unit e-warung. Penyedia layanan BPNT harus mengajukan diri kepada bank penyalur untuk diverifikasi.

Selain itu, e-warung juga harus mendapat persetujuan dari KPM dan kepala desa setempat. BPNT tersebut, kata Didik, untuk menekan penyimpangan bantuan. Dengan begitu, penyalurannya tepat sasaran.

Setiap KPM per bulan mendapat jatah bansos beras dan telur. Jika diuangkan, nominalnya sebesar Rp 110.000 per KPM setiap bulannya.

”Untuk beras sebanyak 10 kilogram. Sisanya telur. Nanti bergantung dari KPM. Mau beras premium atau medium,” jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir berharap peralihan penyaluran bansos rastra menjadi BPNT disiapkan dengan matang. Seperti persiapan teknis dan sosialisasi pada KPM. Jadi pada praktiknya, peralihan penyaluran bantuan tidak mempersulit para penerima manfaat.

”Biar tidak bingung bagaimana cara mengambil bantuannya. Apa saja yang perlu disiapkan, harus dikonsep dan dilaksanakan dengan maksimal,” sarannya. 

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia