Senin, 16 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Features

Wildan dkk Sabet Medali Perak pada Ajang IPITEx di Thailand

13 Februari 2019, 06: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBANGGAKAN: Wildan bersama Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron.

MEMBANGGAKAN: Wildan bersama Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

Wildan dan kawan-kawan (dkk) membuktikan bahwa inovasinya patut dihargai di tingkat internasional. Dia dan tim menciptakan alat yang menghasilkan gas hidrogen dan oksigen. Bahan dasarnya air dan katalis dari limbah tongkol jagung.

BADRI STIAWAN, Bangkalan

WILDAN datang ke kantor pusat Jawa Pos Radar Madura, Selasa, 15 Januari 2019. Dia memperkenalkan alat yang diciptakannya bersama teman kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang. Yaitu, alat untuk menghasilkan energi terbarukan berupa hidrogen dan oksigen.

Alat produksi gas itu dipamerkan dalam ajang Innovation and Technology Exposition (IPITEx). Ajang yang diselenggarakan National Research Council of Thailand (NRCT) tersebut dilaksanakan 2–6 Februari 2019 di Event Hall, Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand.

Inovasi itu muncul atas dasar pemikiran bahwa Indonesia memiliki air melimpah. Air tidak hanya digunakan untuk konsumsi. Air juga bisa dikonsumsi dalam bentuk gas. Saat datang ke kantor Jawa Pos Radar Madura, dia memaparkan bahwa air terdiri atas unsur hidrogen dan oksigen (H2O).

Riset dilakukan untuk memisahkan ikatan kimia tersebut. Caranya dengan menghadirkan medan listrik. Dari alat yang dia ciptakan, satu kali kerja bisa menghasilkan dua gas, yakni oksigen dan hidrogen. Untuk mempercepat reaksi pemisahan unsur hidrogen dan oksigen, Wildan dkk menggunakan karbon aktif dari tongkol jagung.

Konversi karbon aktif ini dipilih atas dasar melimpahnya limbah tongkol jagung. Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pada 2017 limbah tongkol jagung mencapai 3.167.626 ton. Selain air dan katalis, bahan lain yang digunakan sebagai campuran yakni Natrium klorida (NaCl).

Berita tentang inovasi yang diinisiasi mahasiswa asal Bangkalan itu terbit di Jawa Pos Radar Madura edisi 18 Januari 2019. Senin (11/2) Wildan bertemu Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron. Wildan baru kembali dari Negeri Gajah Putih.

Sebelum berangkat ke Negara Seribu Pagoda, Wildan pamit kepada bupati. Dia berangkat 30 Januari. Kegiatan di Thailand 2–6 Februari. Hari pertama hingga ketiga di Thailand diisi dengan tahapan penjurian. Sisanya mengikuti pameran inovasi.

”Setelah proses penjurian, kami mendapat penghargaan silver medal, medali perak. Ini ajang tahunan. Thailand Inventors Day 2019,” kata Pemuda asal Kelurahan Mlajah, Bangkalan, itu.

Event internasional tersebut diikuti 25 negara. Terdiri atas 443 peserta. Dalam ajang itu ada beberapa kategori. Industri, universitas, sekolah menengah, dan sekolah dasar. Wildan dan tim masuk dalam kategori universitas yang konsen di bidang engineering dan energy.

Di bidang itu, juara 1 diraih delegasi dari Polandia. Indonesia berkibar dengan raihan juara 2. Sedangkan juara 3 diraih delegasi Malaysia. Bisa meraih medali perak karena riset tersebut mengandalkan data. Selain itu, mengangkat tema pemanfaatan limbah tongkol jagung dan menggunakan bahan dasar air. ”Tidak hanya menjadi limbah, tapi menjadi energi lagi. Juri menyebut riset ini menarik,” ujar ketua tim sekaligus penggagas riset itu.

Pemuda kelahiran Bangkalan 1997 itu memaparkan, di sejumlah negara, limbah tongkol jagung juga banyak. Amerika juga memiliki jumlah limbah tongkol jagung yang banyak karena ada produk makanan berbahan jagung.

”Popcorn misalnya, tongkolnya jadi limbah. Ini yang kami manfaatkan menjadi salah satu bahan dasar,” paparnya. ”Katalisnya bisa pakai biji salak,” tanya bupati. ”Bisa,” jawab Wildan. Tentu melalui beberapa proses hingga bisa menjadi karbon aktif.

Alat tersebut merupakan hasil eksperimen yang dilakukannya bersama tiga temannya. Produk penelitian tersebut perlu pengembangan. Seperti pengaturan tekanan gas yang diproduksi dan tempat untuk menampung gas tersebut. Hal itu akan menjadi penelitian berikutnya.

Tiga anggota tim yang ikut terlibat penelitian dan penciptaan inovasi itu adalah Lika Hanifah Sitorus dan Alifia Yuniarachma. Keduanya merupakan mahasiswa program studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Satu lagi yakni Rizka Sisna Riyanti dari program studi electrical engineering fakultas teknik.

Wildan berterima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Madura, khususnya Bangkalan. Inovasi yang dia hasilkan bisa mendapat apresiasi berupa penghargaan di ajang tingkat internasional.

”April nanti rencananya mengikuti inovasi mobil listrik di Malaysia. Semoga bisa kembali membanggakan,” ucap mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UB angkatan 2015 itu.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengapresiasi penghargaan yang diraih Wildan dkk. Meski tidak dikerjakan sendiri, Wildan berani membuat gagasan dengan mengajak teman-temannya untuk melakukan riset.

”Selamat atas prestasi yang diraih. Mudah-mudahan ini bisa memicu semangat generasi muda di Bangkalan yang lain,” kata bupati yang biasa disapa Ra Latif itu.

Dia berharap, inovasi yang dihasilkan digunakan untuk meningkatkan manfaat sumber daya yang ada di Indonesia. Selain itu, bisa mengharumkan nama Bangkalan. ”Banyak generasi Bangkalan yang berprestasi di berbagai bidang. Harapannya, bisa mengisi untuk pembangunan di Bangkalan,” ucapnya.

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia