Minggu, 25 Aug 2019
radarmadura
icon-featured
Politik Pemerintahan

Bawaslu Rekrut 3.133 Pengawas TPS

12 Februari 2019, 11: 19: 40 WIB | editor : Abdul Basri

Bawaslu Rekrut 3.133 Pengawas TPS

Share this      

PAMEKASAN – Pemilu pada 17 April mendatang akan diawasi ketat. Bawaslu Pamekasan merekrut 3.133 pengawas yang akan ditempatkan di tiap tempat pemungutan suara (TPS).

Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Pamekasan Suryadi mengatakan, rekrutmen pengawas TPS dibuka sejak kemarin (11/2). Seluruh warga Pamekasan yang memenuhi persyaratan dipersilakan mendaftar.

Persyaratan yang harus dipenuhi bersifat umum. Di antaranya, lulus SMA dan tidak aktif di partai politik (parpol). Seleksi bakal dilakukan secara proporsional dan profesional demi terwujudnya pemilu bersih.

Satu TPS akan dilengkapi seorang pengawas. Pemilihan mulai pencoblosan hingga penghitungan suara menjadi atensi pengawasan. Harapannya, tidak ada kecurangan pemilu yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Pengawas TPS akan merekam seluruh proses pemilihan. Hasilnya akan dilaporkan ke Bawaslu Pamekasan. Jika ada indikasi kecurangan, akan diproses sesuai ketentuan.

Sebelum menjalani tugas, pengawas TPS diberi pembinaan mengenai teknis pengawasan di lapangan. Itu dilakukan agar pengawasan berjalan sesuai keinginan.

Selain pengawas TPS, pengawas di tingkat kecamatan pasang mata dan pasang telinga. Seluruh personel pengawas diterjunkan pada pemilu 17 April. ”Semua kekuatan kami kerahkan untuk melakukan pengawasan,” tegasnya.

Suryadi berharap, dengan pengawasan ketat, tidak ada sedikit pun celah kecurangan yang dapat merusak hasil pesta demokrasi. Pemilu bersih akan melahirkan pemimpin berkualitas.

Dia menyampaikan, masyarakat juga diajak mengawasi jalannya pesta demokrasi itu. Jika ditemukan indikasi kecurangan, dipersilakan melapor ke Bawaslu. Laporan tersebut bakal ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur.

Aktivis Mahasiswa Abd. Ghafur menyatakan, pengawas TPS harus dipastikan netral. Bawaslu Pamekasan harus mampu mendeteksi calon pengawas yang akan direkrut. Jika ada indikasi mendukung salah satu calon, apalagi pernah terlibat promosi calon, sebaiknya langsung dihapus.

Pengawas memiliki peran vital dalam kesuksesan pemilu tanpa kecurangan. Jika pengawas tidak netral, kemungkinan ada kecurangan dalam pemilu. ”Pendaftar yang pernah terlibat dukung-mendukung calon sebaiknya tidak diterima menjadi pengawas TPS,” tandasnya.

(mr/pen/hud/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia