Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Mantapkan Program Bansos, Satgas Kembali Gelar Rakor

12 Februari 2019, 09: 49: 32 WIB | editor : Abdul Basri

KOMPAK: Kapolres Bangkalan foto bersama usai menggelar rapat koordinasi satgas bansos bersama instansi terkait.

KOMPAK: Kapolres Bangkalan foto bersama usai menggelar rapat koordinasi satgas bansos bersama instansi terkait. (Polres Bangkalan For RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Anggota Satuan Tugas (Satgas) Dana Bantuan Sosial kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor). Hal ini dilakukan untuk mematangkan program penyaluran bantuan sosial (bansos) yang akan dilaksanakan Mei mendatang. 

Rakor ini diselenggarakan di Mapolres Bangkalan, kemarin (11/2). Acara dihadiri oleh Kapolres AKBP Boby Pa'ludin Tambunan, Kepala Dinsos Moh Taufan Zairinsyah dan Plh Sekkab Setijabudhi serta seluruh anggota satgas lainnya. 

Kapolres Bangkalan mengatakan, pihaknya bertanggung jawab atas pengawasan penyaluran dana bansos tersebut. Menurutnya, penyaluran ini perlu benar-benar diawasi untuk mencegah penyelewengan dan bisa tepat sasaran. 

"Tugas kami disini lebih pada pengawasan supaya penyaluran betul-betul sampai kepada masyarakat," tuturnya. 

Untuk diketahui, penyaluran dana bansos yang akan disalurkan Mei mendatang yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan itu berupa kartu Kombo yang berisi saldo Rp 110 ribu.

Dengan kartu kombo ini nantinya bisa ditukar dengan beras dan telur yang disediakan oleh E-warung.  Nantinya E-warung akan dikelola oleh masyarakat sekitar yang bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). 

"Nanti akan ada sosialisasi kepada seluruh kades untuk pembentukan E-warung. Nanti BRI yang menyeleksi warung atau toko masyarakat yang berhak menjadi E-warung, sebab nanti akan disediakan mesin EDC," jelas Didik Yanuardy selaku Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Bangkalan.

Didik juga mengatakan, jumlah E-warung sebanyak 470 unit dan penerima kartu kombo sekitar 93.575. Jumlah ini sesuai dengan penerima rastra yang ada saat ini. 

"Kalau tidak ada perubahan, 93.575 penerima. Tapi kita kaji lagi barangkali ada perubahan," tambahnya. (Julian Isna)

(mr/ayd/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia