Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Setahun, Malaysia Deportasi 35 PMIB asal Pamekasan

11 Februari 2019, 17: 20: 48 WIB | editor : Abdul Basri

SANTAI: Arief Handayani saat ditemui di ruang kerjanya.

SANTAI: Arief Handayani saat ditemui di ruang kerjanya. (Herlina Trisukma/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Selama tahun 2018, jumlah TKI yang kembali ke Pamekasan sebanyak 55 orang. Ada yang dideportasi, sebagian lagi pulang dalam keadaan sakit dan sisanya meninggal. Semua TKI tersebut berstatus ilegal atau kini disebut Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB).

Arief Handayani, Kepala Disnakertrans Pamekasan mengatakan, pemulangan TKI bermasalah tersebut ditangani dua lembaga. Rinciannya Loka Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (LP3TKI) serta Pos Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan TKI (P4TKI).

"LP3TKI berkedudukan di provinsi, menangani TKI ilegal yang dideportasi. Sementara P4TKI posisinya di tingkat kabupaten. Untuk P4TKI ini kita tangani sendiri, mulai penjemputan jenazah dan TKI sakit," katanya.

Selama tahun 2018, kata Arief Handayani, TKI ilegal yang pemulangannya ditangani LP3TKI sebanyak 36 orang. "Rinciannya, 35 dideportasi dan satu TKI sakit. TKI yang sakit tersebut dijemput keluarganya," jelasnya.

Dijelaskan, jumlah total TKI ilegal yang dipulangkan dan ditangani oleh P4TKI sebanyak 19 orang. "Rinciannya, 18 orang dalam kondisi meninggal dan satu TKI sakit. Proses pemulangan semua TKI tersebut dibantu kami," papar Arief Handayani.

Ditegaskan, karena jumlah TKI ilegal cukup banyak, Pamekasan menduduki posisi ke-2 terbanyak setelah Sampang. Baik yang diusir, meninggal maupun sakit. "Sekarang istilahnya bukan TKI ilegal, tapi PMIB," tutup Arief Handayani. (Herlina Trisukma)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia